Brantas Abipraya Siapkan Solusi Penangkal Banjir untuk Karawang dan Bekasi

DialogDaerah2306 Dilihat

Jakarta, Dialoguejakarta.com – PT Brantas Abipraya (Persero) mengumumkan pembangunan Bendungan Cijurey di sungai Cihoe, anak Sungai Cipamingkis.

Pembangunan Bendungan Cijurey bentuk bagian dari komitmen BUMN Konstruksi ini terhadap keberlanjutan perusahaan.

Pembangunan Bendungan Cijurey juga langkah strategis dan solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir yang sering melanda kawasan Karawang dan Bekasi.

Direktur Operasi I Brantas Abipraya, Muhammad Toha Fauzi, menyatakan, “Pembangunan bendungan ini merupakan kontribusi Brantas Abipraya dalam mengatasi banjir yang kerap terjadi di Kabupaten Karawang dan Bekasi.”

“Kami berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini tepat waktu, tepat biaya, dan tepat mutu demi kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan,”  katanya dalam keterangan resminya.

Ditargetkan tuntas di 2028, bendungan ini nantinya akan dibuat dengan memiliki tipe zonal urugan random tanah dengan inti tegak, yang mana memiliki tinggi mencapai 77 meter dan panjang puncak bendungan sekitar 625 meter.

Selain mampu mereduksi potensi banjir hingga 59,33%, Bendungan Cijurey juga diharapkan akan menyediakan air irigasi bagi lahan persawahan seluas 2.047 hektare, dan menghasilkan air baku sebesar 0.71 m3 per detik, serta energi listrik melalui PLTA sebesar 2×0,5 MW.

Selain fungsi utamanya menahan banjir, Bendungan Cijurey nantinya juga diharapkan mampu mengatasi masalah kekeringan yang sering melanda daerah sekitar Karawang dan Bekasi.

Sebagai bagian dari upaya mitigasi kekeringan, Tim Proyek Brantas Abipraya memanfaatkan limbah air wudhu untuk budidaya tanaman selama musim kemarau.

Adapun ruang lingkup pekerjaan Brantas Abipraya pada pembangunan bendungan ini diantaranya adalah pekerjaan persiapan, bangunan pengelak, bendungan utama, instrumentasi.

Kemudian pekerjaan hidromekanikal dan elektrikal, bangunan fasilitas dan penunjang operasional yaitu pengerjaan Dermaga Apung dan penunjang penerapan SMKK (Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi).

Dalam penyelesaiannya, Toha menegaskan, Brantas Abipraya akan berfokus untuk menghasilkan karya konstruksi bendungan yang unggul, tepat mutu, tepat biaya dan tepat waktu.

“Ini salah satu langkah kami berkontribusi dalam pengendalian bencana alam banjir, bagaimana Brantas Abipraya hadir untuk membangun negeri,” tutup Toha.(*/fit)

Komentar