Tol Dalam Kota Bandung Akan Dikerjakan Mulai Tahun 2026

DialogDaerah2507 Dilihat

Bandung, Dialoguejakarta.com – Sebagai langkah strategis untuk mengatasi kemacetan lalu lintas, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mengakselerasi pembangunan Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR). Penjabat Wali Kota Bandung, A. Koswara, menyatakan bahwa target utama hingga tahun 2025 adalah melakukan review desain jalan tol ini.

“Target sampai tahun 2025 adalah untuk meninjau kembali desainnya. Kami akan mengecek apakah ada kemungkinan untuk memperbaiki trase agar memenuhi standar jalan tol,” kata Koswara dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/10).

Koswara menjelaskan bahwa kondisi di lapangan selalu berubah, sehingga evaluasi terhadap proyek BIUTR sangat diperlukan. “Ada flyover, pembangunan gedung, dan faktor lainnya yang meningkatkan tingkat kesulitan pembangunan yang harus kami evaluasi,” tambahnya.

Proyek BIUTR kini telah diambil alih oleh pemerintah pusat, sehingga Pemkot Bandung fokus pada dukungan dan pengkondisian sosial di masyarakat. “Kami tinggal menunggu dukungan lapangan dan kondisi sosial masyarakat,” ungkapnya.

Detail Engineering Design (DED) dan lelang investasi untuk proyek ini direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2025. DED ini penting untuk mendetailkan semua aspek teknis proyek, termasuk desain struktural dan spesifikasi material. “Jika DED dan lelang selesai, konstruksi diharapkan mulai tahun 2026,” tuturnya.

Koswara menambahkan bahwa waktu rampung pembangunan akan tergantung pada pengadaan lahan. “Pembangunan sangat bergantung pada lahan. Kami berharap kendala lahan bisa teratasi dengan bantuan semua pihak,” ujarnya.

Rute BIUTR direncanakan akan dimulai dari Jalan Pasteur, melewati Jalan Pasupati, dan Gasibu. Terdapat dua alternatif rute: alternatif pertama menuju Cicaheum dan alternatif kedua masuk ke Jalan Supratman dan Antapani. “Kami sedang membandingkan mana rute yang lebih efisien,” jelasnya.

Proyek BIUTR diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan mengurangi kemacetan di Kota Bandung, dengan menghubungkan wilayah utara dan selatan. “Dengan BIUTR, akses dari kawasan utara ke selatan akan semakin baik, menyambungkan jalan bypass Soekarno-Hatta dengan tol Padaleunyi melalui gerbang 149 dan Jalan Rumah Sakit, hingga ke Cibiru dan Cileunyi,” tutup Koswara.

Dengan langkah-langkah ini, Pemkot Bandung berharap dapat menciptakan solusi jangka panjang untuk permasalahan lalu lintas di kota yang semakin padat ini. (NR)

 

Komentar