Solo, Dialoguejakarta.com – Kementerian Agama (Kemenag) telah mengumumkan pemenang Anugerah Masjid Percontohan dan Ramah (AMPeRa) 2024 dalam sebuah acara yang berlangsung di Solo. Penghargaan ini mencakup 11 kategori dengan total 33 nominasi masjid dari seluruh Indonesia.
Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin, menekankan bahwa pencapaian ini bukanlah akhir, melainkan awal bagi masjid-masjid yang terpilih untuk membuktikan status percontohannya.
“Jangan terlena setelah dianugerahi penghargaan ini,” kata Kamaruddin dalam keterangan resminya, Kamis (2/10).
Kamaruddin juga menggarisbawahi pentingnya masjid ramah lingkungan sebagai laboratorium bagi jemaah dan pengurus untuk memahami dan menerapkan konsep ramah lingkungan, sejalan dengan tujuan SDGs nomor 13 tentang perubahan iklim.
Proses seleksi masjid dalam AMPeRa 2024 berlangsung secara bertahap, dimulai dari tingkat kecamatan hingga nasional. Seleksi dilaksanakan dari 16 hingga 31 Juli untuk tingkat kecamatan, dilanjutkan dengan tingkat provinsi dan nasional yang berlangsung hingga pertengahan September.
Plt Direktur Urusan Agama Islam, Ahmad Zayadi, menambahkan bahwa AMPeRa bukan sekadar kompetisi, melainkan langkah konkret dalam mentransformasi pengelolaan masjid menjadi lebih baik dan memberdayakan umat.
“Kami berharap pemenang mampu menginspirasi masjid lain agar transformasi ini berlangsung lebih cepat dan merata,” jelasnya.
Berikut adalah daftar pemenang AMPeRa 2024:
Kategori Masjid Raya Percontohan:
1. Masjid Sabilal Muhtadin, Banjarmasin (Juara I)
2. Masjid Al-Bantani, Serang (Juara II)
3. Masjid Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Padang (Juara III)
Kategori Masjid Agung Percontohan:
1. Masjid Agung Sungailiat, Bangka (Juara I)
2. Masjid Ibnu Batutah, Badung (Juara II)
3. Masjid Al-Baitul Amien, Jember (Juara III)
Kategori Masjid Besar Percontohan:
1. Masjid Al Ishlah, Kragan (Juara I)
2. Masjid Baitul Hamid, Raba (Juara II)
3. Masjid Assalafiyyah, Pacet (Juara III)
Kategori Masjid Jami Percontohan:
1. Masjid Al-Azka, Nunukan (Juara I)
2. Masjid Haji Keuchik Leumiek, Banda Aceh (Juara II)
3. Masjid At-Taqwa, Kudus (Juara III)
Kategori Masjid di Tempat Publik Percontohan:
1. Masjid Suciati Saliman, Sleman (Juara I)
2. Masjid Al-Hakim, Padang (Juara II)
3. Masjid Al-Husna, Pekanbaru (Juara III)
Kategori Masjid Ramah Anak dan Perempuan:
1. Masjid Nurhidayah, Banggai Kepulauan (Juara I)
2. Masjid Al-Ikhlas, Bengkulu Tengah (Juara II)
3. Masjid Agung Al-A’la, Gianyar (Juara III)
Kategori Masjid Ramah Disabilitas dan Lansia:
1. Masjid Asy Syifa RSUD SLG, Kediri (Juara I)
2. Masjid Hidayatullah, Belu (Juara II)
3. Masjid Nurul Mukhlisin, Bulungan (Juara III)
Kategori Masjid Ramah Lingkungan:
1. Masjid Al-Ukhwah, Luwu Timur (Juara I)
2. Masjid Al-Ilham, Pati (Juara II)
3. Masjid Raya Bani Umar, Tangerang Selatan (Juara III)
Kategori Masjid Ramah Keragaman:
1. Masjid Nurul Huda, Jayapura (Juara I)
2. Masjid Akbar, Tanah Datar (Juara II)
3. Masjid Baitus Salam, Kediri (Juara III)
Kategori Masjid Ramah Dhuafa dan Musafir:
1. Masjid KH. Muhammad Sadjid, Kutai Kertanegara (Juara I)
2. Masjid Al-Hidayah, Kulon Progo (Juara II)
3. Masjid Oman Al-Makmur, Banda Aceh (Juara III)
Dengan anugerah ini, diharapkan masjid-masjid pemenang dapat berbagi praktik terbaik dan menginspirasi masjid lainnya untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan kepada umat. (WG)






















Komentar