BANTEN, dialoguejakarta.com – Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah menekankan pentingnya integritas bagi setiap pejabat dalam menjalankan amanah dan tanggung jawab. Menurutnya, integritas harus menjadi landasan utama dalam bekerja, mengambil keputusan, serta mencegah praktik korupsi.
Hal tersebut disampaikan Wagub Dimyati saat menutup Workshop Integritas dan Antikorupsi Sektor Eksekutif Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Kamis (29/10/2026).
Dimyati mengapresiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas pembekalan yang diberikan kepada para pejabat di lingkungan Pemprov Banten. Kegiatan tersebut dinilai krusial untuk meningkatkan kesadaran aparatur agar senantiasa menjaga muruah dan berhati-hati saat bertugas.
”Program ini sangat bagus supaya para pejabat betul-betul berhati-hati dalam bekerja dan berpikir panjang agar tidak terseret korupsi maupun perbuatan tercela,” ungkap Wagub Dimyati.
Setiap pejabat, kata Wagub Dimyati, harus menyadari bahwa jabatan adalah amanah yang memiliki batas waktu. Kesadaran ini diharapkan mampu menjadi benteng dari godaan harta dan penyalahgunaan wewenang.
”Kuncinya, harus ditanamkan dalam diri bahwa kita pasti akan berhenti dari jabatan ini. Kalau itu ditanamkan, pasti akan terhindar dari perbuatan tercela,” katanya.
Dimyati juga menuturkan bahwa iman dan takwa harus menjadi pedoman aparatur dalam bekerja. Dengan fondasi tersebut, kewenangan yang dimiliki dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan mendukung kelancaran pembangunan di Banten.
Ia turut mengajak seluruh perangkat daerah untuk memperkuat kolaborasi. Setiap instansi saling membutuhkan dan tidak dapat bekerja secara sektoral dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan daerah.
Selain itu, para pejabat diimbau untuk menghindari persaingan tidak sehat dalam memperebutkan kedudukan. Seluruh aparatur harus membangun budaya kerja yang saling mendukung, mengingatkan, dan berorientasi penuh pada kepentingan publik.
”Harus saling asah, asih, asuh. Bahwa kita ini keluarga besar, sehingga harus saling membantu dan mengingatkan,” imbuhnya.
Melalui penguatan integritas dalam workshop ini, Wagub Dimyati berharap kinerja aparatur semakin meningkat, tata kelola pemerintahan semakin bersih, dan percepatan pembangunan Provinsi Banten dapat terwujud.
”Maka, perkuat mental integritas dan tetaplah bekerja dengan jujur, adil, dan baik. Intinya tidak korupsi,” tutupnya. (*)




























Komentar