Gubernur Andra Soni Tegaskan Para Petani di Banten Harus Sejahtera dan Terapkan Pertanian Modern

Gubernur Banten Andra Soni menegaskan jika tingkat kesejahteraan para petani harus terus ditingkatkan, salah satunya penerapan sistem pertanian yang lebih modern melalui metode Pertanian Modern Advanced Agricultural System atau PM-AAS.

Banten82 Dilihat

BANTEN, dialoguejakarta.com – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan jika tingkat kesejahteraan para petani harus terus ditingkatkan, salah satunya penerapan sistem pertanian yang lebih modern melalui metode Pertanian Modern Advanced Agricultural System atau PM-AAS.

Metode itu harus diperluas dan berkelanjutan di seluruh sentra pertanian di Provinsi Banten. Apalagi modernisasi itu dapat meningkatkan produktivitas hasil panen padi mencapai 12,88 ton per hektare dari hasil normal sebesar 6 ton per hektare.

Hal itu dikatakan Andra Soni saat menghadiri acara panen dengan menggunakan teknologi PM-AAS di Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Selasa (1/9/2026). Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Serang Budi Rustandi, Kepala Balai Besar Perakitan Modernisasi Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Harris Syahbuddin, serta tamu undangan lainnya.

Andra Soni mengungkapkan, ia sangat senang beberapa kelompok petani di Kota Serang sudah berhasil menerapkan pola tanam dan panen menggunakan teknologi PM-AAS. Melalui metode ini terjadi peningkatan hasil panen dan pendapatan para petani yang cukup signifikan.

“Dengan menggunakan metode ini, para petani bisa mendapatkan keuntungan sekitar Rp49 juta per musim tanam dari setiap hektarenya. Artinya jika petani kita mempunyai lahan satu hektare saja, dengan pendapatan sebesar itu cukup sejahtera,” kata Andra Soni.

Namun demikian, Andra Soni ingin memastikan betul angka-angka itu dirasakan langsung oleh para petani. Jangan sampai angka itu hanya untuk menaikkan indeks persepsi saja, sementara realitanya para petani masih kesulitan.

“Bapak-bapak bener enggak angka-angka kenaikan itu?,” tanya Andra Soni kepada para perwakilan kelompok tani yang hadir.

Serentak para petani dari perwakilan tujuh kelompok tani itu menjawab benar.

“Nanti saya bersama Wali Kota dan Kapolres Serang Kota akan mengecek langsung ke petaninya,” tambah Andra Soni.

Andra Soni meyakini, dengan penerapan metode PM-AAS ini, kondisi pangan Banten akan semakin kuat serta peningkatan kesejahteraan petani pun semakin membaik. Tinggal bagaimana para petani didampingi dalam penggunaan sejumlah peralatannya termasuk pengoperasian drone.

“Saya minta para pendamping terus mengajarkan pengoperasian sejumlah peralatan itu kepada para petani kita sampai mahir dan bersertifikat. Sehingga ke depan bantuan peralatan baik dari pusat, provinsi maupun kabupaten atau kota akan semakin banyak dan bisa difungsikan dengan baik oleh para petani kita,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Andra Soni juga berkomitmen untuk terus mempertahankan luas Lahan Baku Sawah (LBS) di sejumlah wilayah di Provinsi Banten yang telah ditetapkan. Kemudian untuk menunjang produktivitas dan peningkatan hasil panen petani itu, Pemprov Banten akan terus mengoptimalkan sejumlah irigasi yang menjadi denyut nadi pertanian.

“Saya optimis dengan penerapan teknologi ini, Provinsi Banten akan semakin kuat sebagai daerah penyangga pangan nasional, bahkan berkontribusi menuju cita-cita Indonesia sebagai lumbung pangan dunia tahun 2045,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Banten Andry Polos menambahkan, luas lahan tanam dan panen yang menggunakan metode PM-AAS yang dilakukannya mencapai 100 hektare yang tersebar di tiga titik yakni Kelurahan Margaluyu, Kilasah dan Kasunyatan di Kecamatan Kasemen. Petani menggunakan jenis bibit padi Inpari 32 yang melibatkan tujuh Kelompok Tani (Poktan) yakni Poktan Tani Bakti 25 hektare, Poktan Sinar Pajar 13 hektare, Poktan Sri Asih 12 hektare, Poktan Sri Mekar 13 hektare, Poktan Sri Ambon 13 hektare, Poktan Sri Bunga Ambon Jaya 12 hektare dan Poktan Masyarakat Guyub 12 hektare.

“Alhamdulillah, hasil tanam dari tiga titik itu cukup menggembirakan,” katanya.

Statistisi Ahli Madya di lingkungan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Serang Suhandi menyampaikan, berdasarkan hasil penelitian berbasis Survei Ubinan Tanaman Pangan yang dilakukan, petugas mengukur petak sampel berukuran 2,5 x 2,5 meter di lahan sawah. Dari luas itu menghasilkan berat padi mencapai 8,05 kg dari beberapa sampel.

“Angka itu jika dikonversi ke dalam produktivitas sawah, dalam satu hektare dengan menggunakan metode PM-AAS bisa menghasilkan 12,88 ton,” katanya. (*/Yudhi).

Komentar