BANTEN, dialoguejakarta.com – Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan, organisasi Ittihadul Muballighin Wal Muballighat Indonesia (IMMI) memiliki peran penting di tengah masyarakat. Khususnya, dalam meningkatkan ilmu pengetahuan, memperbaiki akhlak, serta meningkatkan iman dan takwa.
Demikian hal itu disampaikan Dimyati saat menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Wilayah Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) IMMI Provinsi Banten Periode 2026-2031 di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Sabtu (8/8/2026).
“Organisasi yang sangat penting untuk perbaikan akhlak, mendapatkan ilmu, kehidupan, terus juga adalah untuk supaya anak-anak kita meningkatkan iman dan takwa,” ungkap Dimyati.
Dimyati sendiri menyambut baik rencana kolaborasi IMMI dengan pemerintah daerah dalam peningkatan sumber daya manusia. Ia mengatakan, tugas IMMI tidak hanya meningkatkan keilmuan, tetapi juga aspek emosional dan spiritual masyarakat.
“Tugasnya adalah meningkatkan ilmu keilmuan, juga emosional dan juga spiritual. Jadi sebetulnya tugas IMMI luar biasa,” katanya.
Dimyati berharap, IMMI Provinsi Banten terus berkembang dan aktif menjalankan perannya di tengah masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya peran mubalig dalam memberikan pemahaman keagamaan dan membangun kecerdasan masyarakat.
“Yang tadinya enggak tahu jadi tahu, yang tadinya enggak paham jadi paham, yang tadinya gelap jadi terang. Orang tanpa ilmu ya akan terpuruk,” ujarnya.
Selain penguatan keilmuan, Dimyati menilai pembinaan akhlak dan budi pekerti menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan zaman. Menurutnya, para mubalig memiliki peran dalam membangun karakter generasi muda.
Selanjutnya, Dimyati juga mengajak para mubalig untuk terus menegakkan kebaikan sesuai dengan koridor yang ada serta mendorong masyarakat untuk meningkatkan iman dan takwa. Ia berharap karakter Banten sebagai daerah religius dapat terus dipertahankan. Nilai-nilai agama perlu diperkuat agar generasi muda tidak terpengaruh oleh perkembangan zaman yang dapat merusak akhlak dan budi pekerti.
“Daerah yang religius ini harus kita pertahankan. Jangan sampai dirusak oleh peradaban zaman yang merusak akhlak budi pekerti, termasuk mental dari anak-anak kita,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPW IMMI Provinsi Banten Gembong R Sumedi mengatakan, pihaknya berharap keberadaan IMMI dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung program pembangunan, khususnya peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kami berharap bahwa keberadaan IMMI di Provinsi Banten juga bisa bersinergi dengan pemerintah daerah, agar program-program pemerintah daerah, yang di antaranya adalah bagaimana mencerdaskan masyarakat Banten ini, bisa disinergikan dengan program-program IMMI Provinsi Banten,” ujarnya.
Gembong menyampaikan, visi IMMI Provinsi Banten untuk mewujudkan mubalig Banten sebagai penggerak perubahan umat yang berilmu, kolaboratif, profesional, dan berdampak nyata di masjid, majelis taklim, sekolah, komunitas, dan desa.
“Beberapa hal yang mungkin nanti akan kita pertajam lagi dalam kegiatan rapat kerja wilayah,” katanya. (*)
(Biro Administrasi Pimpinan
Setda Provinsi Banten)






















Komentar