Buka Kejuaraan Nyimas Banten II, Wagub Dimyati Ajak Generasi Muda Belajar dan Tekuni Silat

Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah mengajak generasi muda melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia. Menurutnya, selain menjadi seni bela diri dan cabang olahraga, pencak silat juga memiliki banyak manfaat dalam membentuk karakter dan kedisiplinan.

Banten46 Dilihat

BANTEN, dialoguejakarta.com – Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah mengajak generasi muda melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia. Menurutnya, selain menjadi seni bela diri dan cabang olahraga, pencak silat juga memiliki banyak manfaat dalam membentuk karakter dan kedisiplinan.

“Silat harus terus diwariskan,” kata Dimyati Natakusuma dalam sambutannya pada pembukaan Kejuaraan Pencak Silat Nyimas Banten II, di GOR Karang Kitri, Curug, Kabupaten Tangerang, Sabtu (15/8/2026).

Dimyati mengatakan, pencak silat merupakan seni bela diri dan cabang olahraga dari Indonesia. Mempelajari silat membawa manfaat termasuk membentuk keberanian.

Bagi yang mempelajari, pencak silat tentu melatih kedisiplinan.Orang yang mempelajari silat penuh disiplin dan teratur.

“Bisa memanfaatkan waktu, sehingga berdaya guna,” ungkap Dimyati.

Selanjutnya, silat itu membangun karakter yang baik. Membentuk karakter yang sopan, santun dan berakhlakul karimah.

“Membangun kecerdasan emosional yang bagus,” tuturnya.

Silat juga membangun keimanan dan ketakwaan seseorang. Silat sangat berhubungan dengan tingkat religiusitas. Salah satunya, ketika akan melaksanakan latihan, seorang atlet mengawalinya dengan berdoa.

“Hati menjadi dekat dengan Allah,” ungkapnya.

Silat jiga membangun keberanian pada diri seseorang. Bekal ini tentunya digunakan untuk melakukan kebaikan bukan kejahatan.

“Yang bisa silat memiliki keberanian untuk membela yang benar atau amar makruf nahi mungkar,” katanya.

Selanjutnya, menurut Dimyati, silat membangun kesabaran, kekeluargaan dan keikhlasan. Latihan silat membentuk kejiwaan seseorang untuk membangun kesabaran dan keikhlasan.

“Silat menumbuhkan kesabaran, sikap saling menolong alias kekeluargaan dan menumbuhkan hati yang ikhlas,” paparnya.

Oleh sebab itu Dimyati berharap, olahraga pencak silat semakin digemari memasyarakat. Termasuk kelompoknya generasi muda dan anak-anak.

“Semoga semakin banyak yang menyelenggarakan turnamen-turnamen pencak silat,” katanya.

Ketua Pelaksana Kejuaraan Pencak Silat Nyimas Banten II, Sri Panggung Lestari menjelaskan, kejuaraan diselenggarakan pada 15 – 16 Agustus 2026. Peserta turnamen mencapai 705 orang, terdiri dari 352 laki-laki dan 353 perempuan dan dibagi dalam tiga katagori.

Sri Panggung Lestari mengatakan, Turnamen Nyimas Banten terinspirasi oleh dua tokoh perempuan hebat dari Banten, yakni Nyimas Melati dan Nyimas Gamparan. Keduanya adalah pendekar wanita yang terkenal sangat berani memimpin perlawanan terhadap penjajah Belanda.

“Turnamen pencak silat Nyimas Banten diharapkan melahirkan Nyimas Melati dan Nyimas Gamparan pada masa kini,” tutur Sri Panggung Lestari.

Sebagai informasi Pembukaan Kejuaraan Pencak Silat Nyimas Banten dibuka Wakil Gubernur Dimyati Natakusuma, ditandai dengan pemukulan gong. Hadir saat itu, anggota Komisi I DPR RI Okta Komala Dewi, Staf Ahli Menko Pangan Irna Narulita Dimyati Natakusumah, Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Provinsi Banten, Ajat Sudrajat, Ketua Pelaksana Kejuaraan Pencak Silat Nyimas Banten II, Sri Panggung Lestari dan anggota DPRD Kabupaten Tangerang yang juga Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Tangerang, Aida Hubaedah. (*/Yudhi).

(Biro Administrasi Pimpinan
Setda Provinsi Banten)

Komentar