Pemprov Banten Kembangkan Program Pelatihan Vokasi untuk Tekan Pengangguran Terbuka

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan industri terus mengembangkan pendidikan vokasi untuk menekan pengangguran terbuka dengan meluncurkan berbagi proyek percontohan di tingkat SMK. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kompetensi tenaga agar lulusannya siap memasuki dunia kerja.

Banten16 Dilihat

BANTEN, dialoguejakarta.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan industri terus mengembangkan pendidikan vokasi untuk menekan pengangguran terbuka dengan meluncurkan berbagi proyek percontohan di tingkat SMK. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kompetensi tenaga agar lulusannya siap memasuki dunia kerja.

Sebagai gambaran terkait data pengangguran, Badan Pusat Statistik (BPS) misalnya, mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Banten pada periode Mei 2026 sebesar 6,48 poin atau mengalami penurunan sebesar 0,11 poin dari bulan Februari 2026 dengan total penduduk yang bekerja sebanyak 5,88 juta orang atau naik sebanyak 57 ribu orang dari Februari 2026.

Sedangkan, penduduk usia kerja pada Mei 2026 sebanyak 9,62 juta orang atau bertambah 28 ribu orang dibandingkan Februari 2026. Sebagian besar penduduk usia kerja juga merupakan angkatan kerja yang mencapai 6,29 juta orang. Sisanya termasuk bukan angkatan kerja sebanyak 3,33 juta orang.

Meskipun muncul tren data positif, Pemprov Banten terus memperkuat daya saing tenaga kerja lokal melalui berbagai kebijakan yang masuk ke dalam program prioritas Gubernur Banten dan Wakil Gubernur Banten. Misalnya adalah dengan membuka seluas-luasnya kesempatan pelatihan berbasis kompetensi di UPTD yang menyasar warga Banten usia angkatan kerja dan bermitra dengan industri.

Kedua, adalah dengan meningkatkan kompetensi pendidikan vokasi serta optimalisasi sistem informasi lowongan kerja melalui Siloker, Job Fair dan perluasan kesempatan kerja.

Bahkan, ada upaya lainnya dalam rangka menekan TPT dengan penguatan kolaborasi bersama pemangku kepentingan lainnya, misalnya bersama Yayasan SMK Mitra Industri MM2100. Pemprov Banten menggagas pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap kerja.

Ada dua SMK yang akan dijadikan pilot project atau proyek percontohan di dua Kawasan industri yaitu, di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang dan di Kawasan Industri Sawah Luhur, Kota Serang.

Saat ini, Yayasan SMK Mitra Industri MM2100 sedang melakukan tahapan feasibility study (FS) di kedua kawasan itu. Pertimbangannya berdasarkan lokasi dan topografi, jumlah anak usia sekolah, jumlah SMK di wilayah sekitar, sampai kondisi perekonomian masyarakat sekitar.

“Pendidikan vokasi menjadi salah satu upaya untuk mencetak SDM yang unggul serta menekan TPT di Provinsi Banten,” kata Gubernur Banten Andra Soni, Serang, Jumat (14/8/2026).

Menurut Andra Soni, tekad untuk merealisasikan pendidikan vokasi yang terintegrasi antara dunia pendidikan dengan dunia kerja.

Apalagi, saat ini ada sekitar 8.924 industri yang beroperasi di Provinsi Banten mulai dari industri kecil sampai besar. Dengan mengoptimalkan pola pendidikan vokasi bersama Yayasan SMK Mitra Industri, ia berharap ke depan lulusan SMK dapat terserap sebagai tenaga kerja yang andal dan profesional.

“Jadi persoalan lulusan SMK yang belum tertampung di dunia kerja itu bisa diselesaikan,” ujarnya. (*)

(Biro Administrasi Pimpinan
Setda Provinsi Banten)

Komentar