Sambut HUT KAHMI ke-60, PTM Insan Cita dan Universitas Sahid Bersinergi Gelar Open Turnamen Tenis Meja

DialogNews2 Dilihat

Jakarta, Dialoguejakarta.com – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) KAHMI ke-60, Persatuan Tenis Meja (PTM) Insan Cita bersama Universitas Sahid bersinergi menggelar Open Turnamen Tenis Meja yang akan diikuti pelajar tingkat sekolah menengah dan atlet dewasa dari berbagai klub, khususnya di wilayah Jabodetabek. Kolaborasi tersebut berawal dari permintaan Karang Taruna Menteng Dalam kepada PTM Insan Cita untuk membangun sinergi dengan Universitas Sahid melalui berbagai kegiatan kepemudaan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Permintaan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui audiensi antara jajaran Pengurus PTM Insan Cita dan pimpinan Universitas Sahid yang berlangsung di Kampus Universitas Sahid, Jalan Prof. Dr. Soepomo, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026). Pertemuan itu menjadi langkah awal mematangkan penyelenggaraan Open Turnamen Tenis Meja yang tidak hanya bertujuan memeriahkan HUT KAHMI ke-60, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangkitkan kembali prestasi tenis meja nasional melalui pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Mengawali audiensi, Sekretaris Jenderal PTM Insan Cita, Zainal Abidin, memperkenalkan jajaran pengurus PTM Insan Cita kepada Rektor Universitas Sahid, Prof. Dr. Ir. Giyatmi, M.Si., beserta jajaran pimpinan universitas. Ia menjelaskan bahwa rencana penyelenggaraan Open Turnamen Tenis Meja merupakan tindak lanjut atas permintaan Karang Taruna Menteng Dalam untuk membangun sinergi melalui berbagai kegiatan kepemudaan di Universitas Sahid.

Menurut Zainal, PTM Insan Cita menyambut baik gagasan tersebut karena sejalan dengan komitmen organisasi dalam memperluas pembinaan olahraga tenis meja melalui lingkungan perguruan tinggi.

Selain pertandingan, rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan Diskusi Interaktif serta Pameran dan Bazar yang melibatkan perusahaan sponsor, donatur, dan pelaku UMKM. Melalui kegiatan tersebut diharapkan terbangun kolaborasi yang mampu memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, olahraga, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Audiensi tersebut turut dihadiri Ketua Umum PTM Insan Cita, Penasehat PTM Insan Cita Furqan Buchari, jajaran pengurus PTM Insan Cita, serta Ketua Karang Taruna Menteng Dalam, Adi Sumardi.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum PTM Insan Cita menjelaskan bahwa pihaknya menerima amanah dari Presidium Majelis Nasional (MN) KAHMI untuk menyelenggarakan Open Turnamen Tenis Meja sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT KAHMI ke-60. Amanah tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan membangun kolaborasi bersama berbagai pihak agar penyelenggaraan kegiatan berjalan sukses dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Menurutnya, Open Turnamen Tenis Meja bukan hanya bertujuan memeriahkan HUT KAHMI ke-60, tetapi juga menjadi momentum membangkitkan kembali prestasi tenis meja Indonesia melalui pembinaan atlet secara berkesinambungan.

Ia menambahkan, PTM Insan Cita juga mendapat dukungan dari sejumlah tokoh nasional dan mantan pejabat tinggi, di antaranya Prof. Fachry Ali, Dr. Andi Mallarangeng, Prof. Andrinof Chaniago, dan Mayjen (Purn.) Zahari Siregar.

Ketua Umum juga menyampaikan bahwa Koordinator Presidium MN KAHMI sekaligus Wakil Menteri Agama RI, H.R. Muhammad Syafi’i (Romo Syafi’i), memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, Romo Syafi’i menekankan bahwa tema HUT KAHMI ke-60 mengenai kedaulatan bangsa harus diwujudkan melalui kebangkitan bangsa di berbagai sektor, termasuk olahraga.

“Pembinaan olahraga harus dilakukan secara berkelanjutan. Open Turnamen Tenis Meja menjadi salah satu langkah nyata dalam mencetak atlet-atlet berprestasi sekaligus membangun karakter generasi muda,” ujarnya.

Ketua Umum juga mengungkapkan bahwa Ketua Panitia Nasional HUT KAHMI ke-60, George Edwin Sugiharto, bersama Koordinator Bidang Olahraga, Ahmad Tuki, menyambut baik kolaborasi antara PTM Insan Cita, Universitas Sahid, dan Karang Taruna Menteng Dalam sebagai bagian dari upaya menyukseskan HUT KAHMI ke-60 sekaligus meningkatkan prestasi olahraga tenis meja Indonesia.

Menurut Ketua Umum, lahirnya PTM Insan Cita juga dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap menurunnya prestasi tenis meja Indonesia. Hal tersebut telah disampaikan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga dalam audiensi beberapa waktu lalu.

“Dalam pertemuan itu, Menpora mendorong agar lebih banyak Open Turnamen Tenis Meja diselenggarakan sebagai bagian dari pembinaan atlet dan peningkatan prestasi. Arahan tersebut menjadi motivasi bagi kami untuk memulai pembinaan dari lingkungan perguruan tinggi,” katanya.

Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi merupakan tempat yang strategis untuk menjaring bibit atlet sekaligus menumbuhkan budaya olahraga di kalangan generasi muda.

“Melalui Open Turnamen ini, Universitas Sahid akan menjadi pusat perhatian karena kegiatan akan dipublikasikan oleh media online, media massa, serta para kreator konten dan YouTuber. Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat bagi dunia pendidikan sekaligus olahraga,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Sahid, Prof. Dr. Ir. Giyatmi, M.Si., menyambut baik rencana kolaborasi tersebut dan menyatakan kesiapan Universitas Sahid mendukung penyelenggaraan Open Turnamen Tenis Meja.

“Kami mengapresiasi kunjungan PTM Insan Cita ke Universitas Sahid. Ini merupakan langkah yang sangat baik dalam membangun kolaborasi antara dunia pendidikan dan olahraga,” kata Giyatmi.

Giyatmi mengungkapkan bahwa dirinya merupakan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Menurutnya, kolaborasi tersebut sejalan dengan semangat HMI dalam melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.

Ia menilai penyelenggaraan Open Turnamen Tenis Meja merupakan kegiatan positif yang dapat mengarahkan generasi muda pada aktivitas yang produktif dan berprestasi.

“Daripada generasi muda terlibat dalam kegiatan negatif seperti tawuran, lebih baik mereka diberi ruang untuk berprestasi melalui olahraga. Kami optimistis kolaborasi ini akan memberikan manfaat yang luas,” ujarnya.

Giyatmi menegaskan Universitas Sahid siap mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut. Bahkan, Universitas Sahid memiliki tradisi memberikan penghargaan kepada para juara dalam berbagai kompetisi. Salah satu bentuk apresiasi yang tengah dipersiapkan adalah pemberian beasiswa bagi peserta yang meraih prestasi.

Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan. Sebagai tindak lanjut, PTM Insan Cita bersama Universitas Sahid, didukung Karang Taruna Menteng Dalam dan PTM St. One, akan mematangkan persiapan penyelenggaraan Open Turnamen Tenis Meja, Diskusi Interaktif, serta Pameran dan Bazar yang direncanakan berlangsung pada akhir Agustus 2026.

Melalui kolaborasi tersebut, seluruh pihak berharap penyelenggaraan Open Turnamen Tenis Meja tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan HUT KAHMI ke-60, tetapi juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara organisasi, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membina atlet-atlet muda serta mengembalikan prestasi tenis meja Indonesia di tingkat nasional. (Aft)

Komentar