Jakarta (DialogueJakarta)– Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla melantik Dewan Kehormatan dan Pengurus Provinsi PMI DKI Jakarta masa bakti 2025–2030 di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Rabu (10/9/2025). Acara ini turut dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno.
Gubernur Pramono berharap kepengurusan baru mampu memberi kontribusi lebih besar dibanding PMI daerah lain, dengan memanfaatkan infrastruktur kesehatan Jakarta yang dinilai lebih lengkap. “Mudah-mudahan PMI DKI Jakarta betul-betul memberikan warna dan kontribusi yang baik, yang berbeda dengan PMI-PMI yang ada di daerah lain,” ujarnya.
Ia menegaskan Pemprov DKI siap mendukung layanan PMI, termasuk penyediaan darah yang menjadi kebutuhan vital warga. Jakarta saat ini memiliki 31 rumah sakit serta ratusan puskesmas di tingkat kecamatan dan kelurahan yang dapat memperkuat layanan PMI.
Pramono juga menyinggung program Pemprov untuk mengurangi ketimpangan, di antaranya melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) hingga jenjang S3, serta program pemutihan ijazah. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci Jakarta menuju kota global.
Ketua PMI DKI Jakarta Beky Mardani menyatakan kebutuhan darah di ibu kota, sekitar 1.000–2.000 kantong per hari, masih terpenuhi. Ketersediaan darah didukung partisipasi pendonor dari berbagai kalangan, mulai komunitas, perusahaan, hingga organisasi keagamaan.
“Peran pemerintah provinsi juga penting untuk menjamin keamanan darah sehingga pasien bisa terselamatkan,” kata Beky.






















Komentar