Berminat Jadi Petugas Haji 2025? Simak tambahan Syaratnya!

DialogNasional2783 Dilihat

Jakarta, Dialoguejakarta.com – Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) akan kembali menggelar seleksi untuk Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tahun 1446 H/2025 M. Tahun ini, seleksi mengusung tema “Haji Ramah Lansia dan Disabilitas”, dengan penekanan pada kebutuhan layanan yang lebih inklusif.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Bina Haji Kemenag, Arsad Hidayat, saat sosialisasi rekrutmen PPIH dan penandatanganan pakta integritas di Jakarta, Selasa.

Acara ini dibuka oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Direktur Jenderal PHU Hilman Latief.

Arsad menjelaskan bahwa tema ini diangkat untuk menjawab keluhan masyarakat terkait kurangnya perhatian terhadap disabilitas dalam penyelenggaraan ibadah haji.

“Kita ingin memastikan bahwa semua jemaah, termasuk lansia dan penyandang disabilitas, mendapatkan layanan yang memadai,” ujar Arsad dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (29/10).

Sebagai bagian dari upaya ini, rekrutmen petugas haji akan mencakup syarat tambahan, seperti kemampuan berbahasa isyarat untuk membantu komunikasi dengan penyandang disabilitas.

“Jika ada calon petugas yang mampu berkomunikasi dengan tunawicara, itu akan menjadi nilai tambah,” jelas Arsad.

Batas usia maksimal untuk petugas di bidang layanan tertentu, terutama Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama Pada Jemaah Haji (PKP3JH), juga akan disesuaikan menjadi 45 tahun. Arsad menekankan pentingnya memastikan kesehatan para petugas melalui Medical Check-Up (MCU) lengkap, untuk menghindari masalah yang terjadi pada penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Dalam proses rekrutmen ini, Kemenag juga menghadapi tantangan pengurangan kuota petugas haji.

“Meskipun akomodasi dan layanan ditingkatkan, jika jumlah petugas terbatas, itu akan menjadi masalah,” ungkap Arsad.

Jadwal seleksi rencananya akan diumumkan pada 4 November 2024, dengan proses seleksi berlangsung hingga pertengahan Desember. Ini menjadi langkah penting untuk memastikan penyelenggaraan ibadah haji yang lebih baik dan inklusif bagi seluruh jemaah. (*/fit)

 

Komentar