Jakarta, Dialoguejakarta.com – Kunjungan resmi delegasi Divisi Humas Polri ke National Police Agency (NPA) Jepang, yang dipimpin oleh Brigjen Pol Tjahyono Saputro, menjadi langkah penting dalam membangun kepercayaan publik antara kepolisian Indonesia dan Jepang. Kunjungan ini bertujuan untuk memahami praktik kehumasan NPA serta menjajaki peluang kolaborasi di masa depan.
Melalui keterangan resminya, Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, Kabag Mitra Ropenmas DivHumas Polri, menyatakan, “Kami berharap dapat mempelajari cara NPA dalam membangun kepercayaan publik dan efektivitas penyampaian informasi kepada masyarakat.”
Salah satu fokus diskusi adalah pendekatan NPA terhadap media sosial. Perwakilan NPA menjelaskan bahwa mereka hanya menggunakan x.com untuk komunikasi publik dan tidak memiliki akun di platform lain seperti Instagram, Facebook, atau TikTok. “Ini adalah pendekatan yang berbeda dari yang biasa kami lakukan di Indonesia,” kata Kombes Pol Ibrahim Tompo, yang ingin memahami alasan di balik kebijakan tersebut.
NPA menekankan bahwa pembatasan pengunggahan konten oleh personel bertujuan untuk menjaga citra dan konsistensi informasi. Pemberitaan di media sosial mereka lebih difokuskan pada himbauan untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat. “Kami berusaha untuk menjalin hubungan baik dengan publik melalui komunikasi yang transparan dan responsif,” ujar perwakilan NPA.
Setelah pertemuan di NPA, delegasi Polri melanjutkan kunjungan ke Departemen Kepolisian Metropolitan Jepang, termasuk kunjungan ke Museum Kepolisian Jepang dan Sistem Command Center di Tokyo.
Kunjungan ini menegaskan komitmen kedua lembaga untuk bekerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Brigjen Pol Tjahyono Saputro berharap, “Hubungan ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.”
Dengan semangat kolaborasi ini, diharapkan akan terjalin kerja sama yang lebih produktif antara Polri dan kepolisian Jepang, demi menciptakan masyarakat yang lebih aman dan terinformasi.























Komentar