Jakarta, Dialoguejakarta.com – Pemerintah Indonesia terus mempercepat langkah untuk menjadi anggota penuh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Dalam rangka mempersiapkan keanggotaan tersebut, diluncurkan Portal Aksesi OECD, sebuah platform digital untuk mendukung koordinasi Tim Nasional OECD yang terdiri dari 64 kementerian dan lembaga.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, selaku Ketua Tim Nasional OECD, menjelaskan bahwa portal ini akan memfasilitasi komunikasi antar komite mengenai target masing-masing sektor. Selain itu, tim juga akan menyusun initial memorandum yang mencakup gambaran kebijakan Indonesia dalam konteks instrumen OECD.
“Portal Aksesi OECD menjadi sistem yang memonitor proses aksesi Indonesia. Kami memerlukan total football diplomacy agar Indonesia diterima secara konsensus,” kata Airlangga dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (3/10).
Peluncuran portal ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas. Menurut Menkeu Sri Mulyani, proses aksesi ini juga bertujuan untuk memperbaiki struktur berbagai instrumen OECD yang melibatkan semua kementerian.
Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas menambahkan bahwa keberhasilan Indonesia menjadi anggota OECD akan menempatkannya sejajar dengan negara-negara maju. Untuk itu, pemerintah akan melakukan reformasi mendalam dalam kebijakan dan indikator sesuai standar OECD.
“Proses aksesi ini menuntut komitmen pemerintah untuk selaras dengan nilai-nilai negara maju,” tutup Menteri Anas.
Dengan langkah ini, diharapkan Indonesia dapat meningkatkan transparansi dan kualitas tata kelola publik, mempercepat waktu aksesi yang biasanya berlangsung hingga tiga tahun, serta memperkuat perekonomian nasional. (*/fit)






















Komentar