Jakarta, Dialoguejakarta.com – Sebanyak 100 peserta mengikuti pelatihan SIM A atau mengemudi di Kantor Walikota Jakarta Timur. Pelatihan digelar selama 12 hari kerja, 1 – 16 Agustus.
Kasudin Tenaga Kerja Trasmigrasi dan Energi (TKTE) Kota Jakarta Timur, Galuh Prasiwi, menjelaskan pelatihan merupakan tindak lanjut usulan warga melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) maupun hasil reses anggota DPRD DKI.
“Pelatihan SIM A angkatan 1 tahun anggaran 2024 ini digelar selama 12 hari kerja, mulai dari tanggal 1-16 Agustus. Sementara Sabtu dan Minggu pelatihan libur,” kata Galuh Prasiwi saat diwawancara tim Sudin Kominfotik Jakarta Timur, Kamis (8/8/2024).
Menurut Galuh, peserta pelatihan SIM A ini berasal dari 10 kecamatan dan masing-masing kecamatan diwakili 10 peserta. Pelatihan bertujuan membantu mengatasi masalah pengangguran di Jakarta dan diharapkan usai pelatihan para peserta bisa mencari kerja sebagai supir pribadi maupun taksi dan lainnya.
Sementara itu, Kepala Suku Bagian Tata Usaha Sudin TKTE, Aldino Septa N, menambahkan pelatihan digelar berkat kerjasama dengan pihak ketiga. Selama pelatihan, materi secara teori diberikan di Aula Kantor Sudin TKTE, sementara praktik digelar di Rawa Bebek, Cakung.
Usai pelatihan, para peserta akan mendapatkan SIM A secara gratis dan sertifikat.
“Materi teori hanya satu hari dan praktik langsung di lapangan 10 hari. Kemudian satu hari untuk pembuatan SIM di Satpas SIM Polda Metro Jaya,” kata Aldino dalam keterangan resminya.
Salah satu peserta, Fadilah (29), mengaku senang bisa ikut dalam pelatihan SIM A ini. Usai lulus SMA, peserta yang sempat bekerja di perusahaan swasta di kawasan Bekasi, Jawa Barat, berharap mendapatkan pekerjaan baru.
“Mudah-mudahan setelah mengikuti pelatihan SIM A ini dapat pekerjaan baru lagi. Rencananya ingin melamar jadi supir pribadi atau di sebuah perusahaan,” ujarnya. (*/fit)























Komentar