Laksamana TNI (Purn) Prof Marsetio Launching Buku Sea Power Indonesia di Era Indo Pasifik

DialogNasional3565 Dilihat

Jakarta, Dialoguejakarta.com – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) 2012-2014, Laksamana TNI (Purn) Prof Marsetio meluncurkan buku berjudul Sea Power Indonesia di Era Indo Pasifik, Selasa (6/8/2024). Peluncuran buku digelar di Wisma Elang Laut, Jalan Pangeran Diponegoro, Jakarta Pusat.

Buku ini membahas urgensi kebijakan kekuatan laut Indonesia sebagai negara dengan letak geografis strategis.

Acara peluncuran buku ini juga dihadiri Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, hingga
eks Kepala BIN Hendropriyono.

Marsetio juga membagikan buku karyanya kepada Menkomarves Luhut, Hendropriyono dan beberapa undangan lainnya.

Dalam acara tersebut, KSAL Muhammad Ali mengatakan, Indonesia memiliki posisi geografis yang strategis dan kekuatan laut merupakan hal penting.

“Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki posisi geografis yang sangat strategis. Terletak di persimpangan jalur perdagangan utama dunia dan memiliki perairan yang kaya akan sumber daya dan Indonesia tidak hanya memiliki nilai strategis bagi dirinya sendiri, tapi juga bagi kawasan Indo-Pasifik secara keseluruhan,” ucap Ali.

Ali mengatakan penerapan sea power adalah keniscayaan bagi Indonesia dan armada laut sangat penting dalam kondisi dunia saat ini.

“Bagi Indonesia pemahaman dan penerapan sea power bukanlah sebuah pilihan, melainkan sebuah keniscayaan. Sea power menjadi aspek yang tidak terpisahkan dari strategi pertahanan dan kebijakan luar negeri kita,” ucap KSAL.

Ali mengatakan karya Marsetio akan diberikan kepada seluruh armada di Indonesia. Dia meyakini buku ini akan memberi manfaat luas bagi bangsa dan negara.

“Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih dan rasa bangga. Terima kasih dari beliau, rencananya akan memberikan buku ini kepada seluruh armada yang ada di Indonesia termasuk lembaga pendidikan di angkatan laut. Selamat sekali lagi Bapak Marsetio atas peluncuran dan semoga buku ini memberikan manfaat yang luas bagi bangsa dan negara kita,” ujarnya.

Buku karya Marsetio ini membahas kawasan Indo Pasifik yang menjadi center of gravity dunia karena sebagian besar kekuatan industri global telah beralih dari Eropa dan Amerika Serikat ke wilayah ini. Dalam bukunya, ia juga membahas Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, dengan letak geografisnya yang strategis, yakni berada di persilangan dua samudera dan dua benua.

Prof Marsetio juga mengulas soal keharusan Indonesia memainkan peran penting sebagai negara maritim yang sejahtera, aman, adil, dan makmur serta berkontribusi dalam menjaga perdamaian dunia dengan keikutsertaan pasukan Garuda di berbagai belahan dunia sebagai pasukan perdamaian PBB. Dia menyatakan sea power sebagai kekuatan laut yang memadai dan proporsional dalam penggunaan (sea control) dan pengendalian (sea denial), serta untuk mencegah lawan menggunakan laut, menjadi penting diterapkan sebagai kebijakan negara. (Fit)

Komentar