Idul Fitri 1 Syawal 1445 H, MUI : Momentum Teguhkan Kebersamaan

DialogNasional103 Dilihat

Jakarta, Dialoguejakarta.com – Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1445 H/2024 M jatuh pada Rabu,10 April 2024. Penetapan ini berdasarkan pada keputusan sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin No. 6, Jakarta.

Ketua MUI Asrorun Ni’am Sholeh menyampaikan bahwa data hasil hisab telah dikonfirmasi melalui mekanisme rukyat. Hasilnya klop sehingga pemerintah sebagai pemegang otoritas masalah publik, memiliki kewenangan untuk menetapkan, setelah mempertimbangkan pandangan keagamaan. Ulil amri melalui Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas baru saja menetapkan 1 syawal jatuh pada Rabu, 10 April 2024.

“Setidaknya ini mengandung hikmah untuk meneguhkan komitmen kebersamaan,” kata Asrorun Ni’am Sholeh, di Jakarta, Selasa (9/4/2024).

“Dan posisi hari ini, hilal sudah wujud dan sudah pada titik imkanur rukyat, maka seluruh elemen penggiat hisab dan rukyat memiliki kesamaan pandang. Momentum ini pas juga untuk kepentingan bangsa yang baru saja melakukan Pemilihan Umum baik Pilpres maupun Pileg,” sambung Asrorun Ni’am Sholeh.

Asrorun Ni’am Sholeh menjelaskan bahwa momentum 1 Syawal 1445 H bisa dijadikan sebagai ‘amul jama’ah atau tahun kebersamaan/tahun persaudaraan. Ini juga sekaligus menjadi tahun rekonsiliasi nasional setelah Indonesia terfragmentasi dalam pilihan politik.

“Dan kebersamaan ini, berada di satu titik meneguhkan kita membangun bangsa berasama untuk mewujudkan bangsa yang baldatun thoyyibatun warobbun ghofur,” kata Asrorun Ni’am Sholeh dalam siaran pers.

Asrorun Ni’am Sholeh menilai bahwa tahun kebersamaan ini menjadi etos dan juga spirit serta semangat bersama Idul Fitri 1 Syawal 1445 Hijriah yang perlu dan harus dioptimalkan. “Ketika semua bersama, maka ini adalah tahun kebersamaan membangun bangsa. Seluruh masyarakat Indonesia dapat merayakan dengan suka cita,” tandas Asrorun Ni’am Sholeh.

Tampak hadir, Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki, Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi, Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, para Staf Khusus Menag, para Staf Ahli dan Tenaga Ahli Menag, para pejabat eselon I dan II Kemenag, serta perwakilan Kedutaan Besar negara sahabat. (*/Fith)

Komentar