Sukses Digelar, IYF JSIT Banten 2026 Libatkan 2.918 Pelajar se-Banten

Sebanyak 2.918 pelajar dari berbagai sekolah di Provinsi Banten ambil bagian dalam Islamic Youth Festival (IYF) JSIT Wilayah Banten 2026 yang digelar di Nurul Fikri Boarding School (NFBS) Cinangka, Kabupaten Serang, Sabtu (19/9/2026).

Pendidikan142 Dilihat

KAB. SERANG, dialoguejakarta.com — Sebanyak 2.918 pelajar dari berbagai sekolah di Provinsi Banten ambil bagian dalam Islamic Youth Festival (IYF) JSIT Wilayah Banten 2026 yang digelar di Nurul Fikri Boarding School (NFBS) Cinangka, Kabupaten Serang, Sabtu (19/9/2026).

IYF 2026 menjadi ruang perjumpaan dan unjuk talenta bagi pelajar jenjang SD hingga SMA. Menariknya, kegiatan ini tidak hanya diikuti sekolah yang tergabung dalam Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT), tetapi juga terbuka bagi sekolah negeri maupun swasta di luar jaringan JSIT.

Mengusung tema “Membangun Ketahanan Kapasitas Spiritual, Intelektual dan Entrepreneurship Generasi Milenial”, IYF 2026 tidak sekadar menghadirkan kompetisi, tetapi juga diarahkan menjadi wadah untuk mengembangkan potensi, karakter, kepemimpinan, kreativitas, dan keterampilan generasi muda.

Sebanyak 11 cabang lomba digelar dalam kategori olimpiade dan nonolimpiade. Cabang tersebut meliputi Tahfidz, Menggambar, Koding, Robotik, Turnamen Futsal, Turnamen Panahan, Olimpiade Matematika, Olimpiade IPA, Olimpiade IPS, Olimpiade Bahasa Inggris, dan Olimpiade Bahasa Arab.

Kegiatan ini turut dihadiri Rachmat Taman, S.E., M.M., Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Banten; H. M. Najib Hamas, S.E., M.M., Wakil Bupati Serang; serta unsur Pengurus Pusat JSIT, Dr. Arifin, M.Sc., dan Pengawas JSIT, Dahlia Kemala Sari, M.Pd.

Suasana pembukaan semakin semarak dengan berbagai penampilan siswa, di antaranya pencak silat, tari Saman, serta penampilan band siswa yang menunjukkan keberagaman talenta generasi muda Banten.

Bukan Sekadar Kompetisi

Ketua JSIT Wilayah Banten, Kuserin, menegaskan bahwa IYF merupakan kegiatan terbuka yang dirancang untuk mempertemukan berbagai elemen pendidikan sekaligus memberikan pengalaman berharga kepada generasi muda.

Menurutnya, kompetisi bukan hanya tentang meraih kemenangan, tetapi juga tentang membangun mental, keberanian, kepemimpinan, dan kesiapan anak-anak menghadapi masa depan.

“IYF ini kegiatan yang terbuka karena kegiatan ini untuk menyatukan semua elemen bangsa. Kita memberikan pengalaman berharga sebagai seorang leader atau pemimpin, bagaimana menyiapkan mental anak-anak menjadi calon-calon pemimpin bangsa,” ujar Kuserin.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya mendorong pemerataan kualitas pendidikan di Banten.

“Harapan kita tumbuh berkembang secara bersama-sama. Tidak ada sekolah yang tertinggal, semua maju dan berkualitas,” katanya.

Kuserin juga menyampaikan bahwa JSIT Wilayah Banten akan melanjutkan agenda konsolidasi bersama para kepala sekolah untuk membahas berbagai agenda pendidikan ke depan.

Dinas Pendidikan Apresiasi Pengembangan Talenta Siswa

Perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Banten melalui KCD Wilayah Serang, Dr. H. Syadeli, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan IYF sebagai ruang bagi peserta didik untuk menunjukkan talenta yang selama ini dikembangkan melalui proses pembelajaran.

“Kegiatan ini sangat baik karena akan menunjukkan talenta terbaik yang selama ini berproses,” ujarnya.

Menurut Syadeli, IYF memiliki karakter yang sejalan dengan sejumlah ajang pengembangan prestasi yang diselenggarakan pemerintah, seperti OSN, O2SN, dan FLS3N.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini yang hampir sama dengan lomba yang diselenggarakan oleh dinas seperti OSN, O2SN, FLS3N. Kita berharap kegiatan ini dilaksanakan sebaik mungkin dan serentak sesuai dengan schedule yang telah dibuat,” katanya.

Ia menambahkan, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga memiliki fungsi penting dalam membentuk mental dan karakter peserta didik.

Momentum Meningkatkan Kualitas SDM

Sementara itu, Wakil Bupati Serang H. M. Najib Hamas, S.E., M.M., menyebut IYF sebagai momentum untuk ikut meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda.

“Ini adalah momentum meningkatkan kualitas SDM kita, sesuai dengan pesan Presiden Prabowo,” ujar Najib Hamas.

Ia juga mengapresiasi langkah JSIT Wilayah Banten yang menghadirkan ruang pengembangan potensi siswa sekaligus membuka peluang sinergi antara lembaga pendidikan dan pemerintah.

“JSIT bisa berperan untuk meningkatkan kualitas SDM agar kita bersinergi dengan pemerintah,” katanya.

Menjawab Tantangan Generasi Muda

Besarnya jumlah peserta dan beragamnya cabang lomba menunjukkan bahwa pengembangan potensi siswa tidak hanya diarahkan pada prestasi akademik. IYF juga memberikan ruang bagi keterampilan teknologi, olahraga, seni, bahasa, Al-Qur’an, kreativitas, dan kepemimpinan.

Hal tersebut menjadi relevan di tengah tantangan pendidikan yang semakin kompleks. Sekolah tidak hanya dituntut menghasilkan peserta didik yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga generasi yang memiliki karakter, daya juang, kreativitas, keterampilan sosial, dan kesiapan menghadapi perubahan zaman.

Dengan melibatkan 2.918 peserta, IYF JSIT Wilayah Banten 2026 menjadi ruang perjumpaan antarsekolah sekaligus wadah kolaborasi dalam mengembangkan potensi generasi muda Banten.

IYF 2026 menunjukkan bahwa kompetisi pelajar dapat menjadi bagian dari proses pendidikan yang lebih luas: mengasah kemampuan, membangun karakter, menumbuhkan kepemimpinan, dan memperkuat kolaborasi antarlembaga pendidikan.

Pada akhirnya, keberhasilan IYF tidak hanya diukur dari banyaknya peserta maupun jumlah pemenang, tetapi juga dari pengalaman dan nilai yang dibawa pulang oleh setiap peserta untuk menjadi generasi yang lebih religius, berkarakter, berkompeten, dan siap berkontribusi bagi masyarakat serta bangsa. (*/Yudhi).

Komentar