Polda Banten Pastikan Tiga Jenis Barang Temuan Hari ke-5 Bukan Milik Kapal yang Lost Contact

Polda Banten melalui Ditpolairud melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah barang yang ditemukan oleh kapal KN SAR Tetuka di sekitar perairan Selat Sunda sebelah timur Pulau Rakata pada Sabtu (12/09).

Banten21 Dilihat

CILEGON, dialoguejakarta.com – Polda Banten melalui Ditpolairud melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah barang yang ditemukan oleh kapal KN SAR Tetuka di sekitar perairan Selat Sunda sebelah timur Pulau Rakata pada Sabtu (12/09).

Barang-barang tersebut terdiri dari satu buah helm plastik berwarna merah, satu buah jeriken plastik berwarna biru dengan tutup hitam, serta dua buah life jacket berwarna oranye.

Dalam kesempatannya, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menyampaikan bahwa barang-barang temuan tersebut telah diserahterimakan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan konfirmasi dari pemilik kapal KM Arupadhatu 1, dua life jacket berwarna oranye bertuliskan MILLES.II dinyatakan bukan milik kapal, karena life jacket yang tersedia di kapal berwarna merah, kuning dan ungu serta tidak memiliki tulisan MILLES.II,” ujarnya pada Minggu (13/09).

Sementara itu, terhadap jeriken berwarna biru Kombes Pol Maruli menjelaskan berdasarkan pemeriksaan diketahui isi jeriken mengeluarkan aroma minyak sayur dan bukan bahan bakar Pertamax yang digunakan KM Arupadhatu 1.

“Terdapat perbedaan fisik antara jeriken temuan dengan jeriken milik kapal. Jeriken milik KM Arupadhatu 1 berwarna biru pudar, berkapasitas 30 liter, berbentuk pendek, memiliki tutup berwarna putih dan polos tanpa penanda. Sedangkan jeriken yang ditemukan berwarna biru tua, berkapasitas 35 liter, berbentuk panjang, memiliki tutup berwarna hitam dan terdapat tulisan pada bagian jeriken,” jelasnya.

Adapun satu buah helm plastik berwarna merah juga dinyatakan bukan milik KM Arupadhatu 1 karena kapal tersebut tidak memiliki maupun menyediakan helm jenis tersebut di atas kapal.

Diakhir, Kombes Pol Maruli menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Setiap perkembangan terkait proses pencarian dan pemeriksaan akan disampaikan melalui sumber informasi resmi,” tutupnya (Bidhumas).

Komentar