Tak Sekadar Kejar Target Nasional, Gubernur Andra Soni Ingin Seluruh Warga Banten Sehat Lewat CKG

Gubernur Banten Andra Soni, menegaskan akan terus rutin meninjau pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) guna memastikan program tersebut berjalan optimal dan manfaatnya dirasakan langsung oleh seluruh masyarakat. Penegasan tersebut disampaikannya seusai meninjau pelaksanaan CKG di Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Senin (31/8/2026).

Banten36 Dilihat

BANTEN, dialoguejakarta.com – Gubernur Banten Andra Soni, menegaskan akan terus rutin meninjau pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) guna memastikan program tersebut berjalan optimal dan manfaatnya dirasakan langsung oleh seluruh masyarakat. Penegasan tersebut disampaikannya seusai meninjau pelaksanaan CKG di Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Senin (31/8/2026).

​Dalam pelaksanaan program tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama tenaga kesehatan menargetkan pemeriksaan terhadap 350 warga di Pondok Aren. Menurut Andra, kesadaran masyarakat untuk mengikuti skrining kesehatan saat ini terus menunjukkan tren positif. Hal itu tecermin dari capaian Program CKG di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota se-Banten yang terus meningkat.

​”Minggu lalu, capaian Kota Tangsel sudah menyentuh angka 47 persen, atau di atas rata-rata target nasional. Kini, angkanya kembali meningkat menjadi 53 persen,” ujar Andra.

​Untuk tingkat Provinsi Banten, Andra memaparkan bahwa capaian CKG telah menjangkau sekitar 6,4 juta warga, jauh melampaui standar nasional yang berada di angka 46 persen. Kendati demikian, ia menekankan agar program ini terus digulirkan secara masif hingga akhir tahun.

​”Target utama kita bukan sekadar angka atau persentase capaian, melainkan bagaimana memastikan seluruh masyarakat Banten benar-benar mengikuti CKG dan terpantau kesehatannya,” tegasnya.

​Lebih lanjut, ia memastikan bahwa setiap temuan penyakit dari Program CKG selalu ditindaklanjuti dengan penanganan medis yang komprehensif. Sebagai contoh, jika ditemukan kasus Tuberkulosis (TBC), pemerintah tidak hanya mengobati pasien, tetapi juga melakukan penelusuran kontak erat (contact tracing) untuk diperiksa sebagaimana mestinya.

​”Penyakit yang paling banyak ditemukan potensinya dari skrining ini adalah hipertensi, diabetes, dan TBC,” tambahnya.

​Oleh karena itu, Andra mengimbau masyarakat agar tidak ragu atau takut apabila memerlukan penanganan medis lanjutan. Seluruh biaya tindakan, baik di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) maupun rumah sakit, telah ditanggung oleh pemerintah. Terlebih, Universal Health Coverage (UHC) Kota Tangsel merupakansalah satu yang tertinggi di Provinsi Banten, yakni mencapai 99,8 persen.

​”Artinya, masyarakat dipastikan dapat mengakses pengobatan secara gratis,” tuturnya.

​Sementara itu, Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, menyampaikan apresiasi atas perhatian Gubernur Banten terhadap kesehatan warganya. Ia mengonfirmasi bahwa capaian CKG di wilayahnya memang telah melampaui target yang ditetapkan.

​”Capaian kita sudah menyentuh 53 persen dari total 1,4 juta jiwa penduduk Tangsel,” jelas Benyamin.

​Ia juga mengajak warga yang telah mengikuti CKG untuk turut serta memotivasi keluarga dan tetangga di lingkungan sekitarnya agar memanfaatkan fasilitas ini. Langkah tersebut dinilai penting agar keluhan dan potensi penyakit dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin.

​”Bapak dan Ibu tidak perlu takut. Ini adalah program Bapak Presiden untuk memastikan kesehatan warga terjamin. Kalaupun nantinya diperlukan penanganan lanjutan, biayanya gratis karena sudah ditanggung oleh pemerintah,” pungkasnya. (*)

(Biro Administrasi Pimpinan
Setda Provinsi Banten)

Komentar