
Yogyakarta, dialoguejakarta.com – Pelukis biasanya mengeksplorasi figur manusia secara utuh. Tapi perupa Rolly yang dikenal dengan nama LoveHateLove memenggal citraan bagian tubuh manusia sebagai subject matter karyanya pada pameran bertajuk “District 25:00” di SURVIVE! Garage, Yogyakarta, 14 – 24 Juli 2026.
Rolly menampilkan berbagai bentuk kepala dalam berbagai ekspresi dengan semangat seni jalanan. Lewat 19 karya lukisnya. Angka 25.00 pada judul karya merujuk pada dimensi waktu yang tak pernah ada dalam sistem perhitungan 24 jam normal.
Dalam seri visual District 25.00 ini publik diundang untuk menavigasi labirin emosi yang penuh benturan warna, distorsi figur dan fragment teks yang provokatif. “Seluruh elemen itu bermuara pada satu kesadaran bahwa hidup di era kontemporer ini adalah laku menegosiasikan paradoks secara terus-menerus,” ujar Dona, pengamat seni rupa.
Labirin emosi itu muncul lewat 11 bentuk kepala dengan gestur wajah merengut (All Da Hoes Had A Memo, 2026). Ada juga sembilan citraan bentuk kepala yang beberapa di antaranya dengan kumis dan jenggot panjang (Bro Was There For One Shift and Dipped Dirty YKC!, 2026).
Rolly juga mengeksplorasi bentuk enam kepala berkaki empat (Really Got Some of The Best Homies Ever I Wouldn’t Trade Any of Them, 2026). Dia menambahkan teks pada citraan wajah: Anti Capitalism But Make It Cute (Neorodivergence Is Lonely, 2026). Atau 15 bentuk kepala dengan berbagai teks tulisan bernada kritik maupun ironi: I Want to Change The World But I Need A Charger. Juga teks tulisan: Street Art Made in Cina (Whole Plan is HOLY! Husting, I’m Locked In! Keep H Rollin, 2026).
Praktek artistik LoveHateLove menjadi ruang manivestasi visual yang menangkap emosi manusia yang paling jamak sekaligus paling rumit. Cinta, benci dan seluruh ruang abu-abu yang membentang diantaranya. Narasi yang dibangun bukan sekadar presentasi visual yang mengejar nilai estetik visual semata, melainkan pembacaan mendalam atas lanskap psikologis yang dialami oleh masyarakat kontemporer saat ini. “Karya-karya Rolly bertindak layaknya cermin sosial yang jujur dan telanjang bagi kedirian manusia,” kata Dona.■ Raihul Fadjri
















Komentar