Aktivis Perlindungan Hewan Gelar Aksi di McDonald’s Indonesia

AFJ menyoroti masih digunakannya telur dari sistem kandang baterai dalam rantai pasok McDonald’s Indonesia.

DialogNews61 Dilihat

 

Aktivis AFJ serahkan telur ayam simbolis pada wakil management Mc. Donald’s Indonesia. Foto: Dok. AFJ/ dialoguejakarta.com

Jakarta, dialoguejakarta.com – Animal Friends Jogja (AFJ) menggelar aksi damai di depan kantor pusat PT Rekso Nasional Food, pemegang lisensi McDonald’s Indonesia, di Jakarta, Jumat 17 Juli 2026. Aksi yang diikuti 15 peserta ini merupakan kelanjutan dari aksi serupa di Semarang pada April 2026 lalu.

“Aksi ini mendesak McDonald’s Indonesia agar segera mempublikasikan roadmap nasional transisi menuju penggunaan telur bebas sangkar (cage-free), memperkuat transparansi
implementasi komitmen kesejahteraan hewan, serta membuka ruang dialog,” ujar Dian Erviana, Koordinator Komunikasi AFJ Farmed Animals Advocacy Program.

Peserta aksi menyampaikan tuntutan mereka lewat orasi, poster, serta diiringi tabuhan drum. Rangkaian aksi ini juga menampilkan visual kondisi sempit sistem kandang baterai melalui truk mobitron LED. Truk itu akan berkeliling di kawasan Jakarta selama sepekan untuk menyebarluaskan kampanye sekaligus mengedukasi publik mengenai pentingnya transisi menuju penggunaan telur cage-free.

Perwakilan manajemen McDonald’s Indonesia juga menerima bingkisan simbolis dari Animal Friends Jogja (AFJ) yang berisi dokumen rekapitulasi aksi dan dorongan publik kepada McDonald’s Indonesia sepanjang 2016–2025, berupa jam sebagai simbol waktu yang terus berjalan tanpa ada komitmen cage-free di tingkat nasional, serta telur simbolis dan kartu pos berisi aspirasi.

Menurut AFJ, pihak manajemen tidak memberi tanggapan substantif atas penyampaian itu dan menolak melanjutkan komunikasi tentang tuntutan yang disampaikan. “Sikap tertutup itu menjadi hambatan, mengingat pentingnya transparansi dan komitmen terhadap kesejahteraan hewan bagi konsumen Indonesia,” kata Dian Erviana.

AFJ menyoroti masih digunakannya telur dari sistem kandang baterai dalam rantai pasok McDonald’s Indonesia. Sistem kandang baterai dinilai belum sejalan dengan Lima Prinsip Kebebasan Hewan (Five Freedoms) yang menjadi acuan kesejahteraan hewan dari World Organisation for Animal Health (WOAH). Dalam sistem ini, dua hingga tiga individu ayam ditempatkan dalam kandang sempit dengan ruang gerak yang sangat terbatas, sehingga sulit mengekspresikan perilaku alami seperti bertengger, mengepakkan sayap, bersarang maupun mandi debu. Kondisi ini dapat berlangsung sepanjang hidup mereka, hingga ayam dianggap tidak lagi produktif dan akhirnya disingkirkan.

“Kami mengapresiasi langkah McDonald’s Indonesia yang telah menggunakan telur cage-free di beberapa gerai, khususnya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Namun hingga kini, belum ada roadmap maupun target implementasi secara nasional yang diumumkan kepada publik.” ujar Dwi Octavia, Manajer Kampanye Program Advokasi Kesejahteraan Hewan yang Diternakkan Animal Friends Jogja.

Ia menegaskan, aksi itu bukan ditujukan untuk merugikan perusahaan, melainkan mendorong kolaborasi agar McDonald’s Indonesia dapat menyusun dan melaksanakan roadmap transisi cage-free yang jelas, terukur, dan dapat dipantau publik.

Secara global McDonald’s telah memperluas penggunaan telur cage-free di berbagai pasar. Australia, Prancis, dan Jerman telah memakai 100 persen rantai pasok telur cage-free, sementara McDonald’s Ukraina telah mengumumkan bahwa mereka sekarang memakai 100 persen telur cage-free di lebih dari 120 restorannya.

Di Indonesia McDonald’s menyatakan memiliki perhatian terhadap kesejahteraan hewan. Namun hingga kini belum terdapat komitmen publik yang disertai target waktu maupun roadmap transisi cage-free yang dapat diakses masyarakat.

Menurut AFJ, perusahaan perlu memperkuat transparansi dengan mempublikasikan target dan perkembangan implementasi komitmen agar dapat dipantau serta diverifikasi oleh publik.

AFJ juga menilai bahwa pasokan telur cage-free di Indonesia telah berkembang dan tersedia di berbagai wilayah operasional utama. Karena itu, AFJ berharap McDonald’s Indonesia untuk mulai menyampaikan target implementasi secara bertahap sebagaimana telah dilakukan di sejumlah pasar global.

Dukungan masyarakat terhadap transisi ini terus meningkat. Sebanyak 62.1975 orang telah menandatangani petisi yang mendesak McDonald’s Indonesia untuk segera mengambil langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan ayam petelur melalui penggunaan telur cage-free.

Melalui aksi ini, AFJ menegaskan akan terus mengawal implementasi komitmen kesejahteraan hewan melalui dialog, edukasi publik, dan kampanye damai hingga terdapat langkah nyata yang menunjukkan komitmen McDonald’s Indonesia terhadap praktik rantai pasok pangan yang lebih beretika dan memperhatikan kesejahteraan hewan.

Animal Friends Jogja (AFJ) adalah organisasi nirlaba yang dibentuk pada tahun 2010 dan berkomitmen untuk memperjuangkan hak dan perlindungan hewan di Indonesia.■ Raihul Fadjri

Komentar