Tinawati Andra Soni Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran TPA Jatiwaringin

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni menyalurkan bantuan untuk masyarakat yang terdampak kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Selasa (7/7/2028). Tinawati berharap kejadian serupa tidak terulang dan mengajak masyarakat untuk mulai mengelola sampah dengan baik.

Banten41 Dilihat

BANTEN, dialoguejakarta.com – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni menyalurkan bantuan untuk masyarakat yang terdampak kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Selasa (7/7/2028). Tinawati berharap kejadian serupa tidak terulang dan mengajak masyarakat untuk mulai mengelola sampah dengan baik.

“Memilah sampah organik dan nonorganik. Mendaur ulang sampah,” kata Tinawati.

Tinawati mengatakan, bantuan diberikan kepada korban terdampak langsung dan petugas yang menangani kebakaran TPA Jatiwaringin. Bantuan yang diberikan berupa bingkisan sembako, kebutuhan dapur umum yang diperkirakan mencukupi sampai tiga hari, permainan anak-anak, makanan ringan, alat tulis untuk anak-anak, dan bingkisan lainnya yang dibutuhkan warga.

Tinawati juga meninjau pengungsian dan memberikan trauma healing kepada masyarakat dan anak-anak. Ia meminta masyarakat terdampak bersabar dan tabah menghadapi musibah tersebut.

“Semoga musibah kebakaran tersebut tertangani,” katanya.

Tinawati mengatakan, bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk keprihatinan dan dukungan langsung dari TP PKK Provinsi Banten. Ia menyadari, kejadian kebakaran TPA Jatiwaringin tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, ibu hamil, lansia, dan kelompok rentan lainnya.

Oleh sebab itu, Tinawati memberikan imbauan agar masyarakat yang berada di sekitar lingkungan TPA Jatiwaringin mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk sementara. Kemudian, ia meminta agar masyarakat menggunakan masker dengan baik.

“Segera memeriksakan diri apabila mengalami sesak napas atau gangguan kesehatan lainnya,” ujar Tinawati.

TP PKK Provinsi Banten menurutnya berkomitmen untuk turut serta menangani permasalahan sampah. Ia juga mengajak semua pihak untuk membantu dan memberikan dukungan kepada keluarga, perempuan, dan anak-anak yang merupakan kelompok paling rentan dalam kondisi dan situasi yang tidak menguntungkan.

“Kami juga berharap ini juga dapat bisa ditangani sepenuhnya oleh pemerintah, kemudian masyarakat juga bisa beraktivitas kembali secara normal, aman, nyaman, dan sehat,” tuturnya.

Tinawati juga mengajak seluruh masyarakat, untuk bersama-sama membantu pemerintah dalam menangani permasalahan sampah. Persoalan pengelolaan sampah, menurutnya bukan hanya kewajiban pemerintah semata. Sampah menjadi kewajiban bersama dan harus dimulai pengelolaannya dari rumah.

“Yang terpenting adalah tidak membuang sampah sembarangan. Jadi, dimulai dari diri sendiri, dimulai dari keluarga, dan dimulai dari rumah tangga masing-masing,” ucapnya menegaskan .

Di tempat yang sama, tampak Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang Irmawati Maesyal Rasyid memberikan trauma healing bagi masyarakat. Ia meminta masyarakat terdampak untuk tetap di pengungsian sampai dengan masalah kebakaran sampah tertangani dengan sempurna.

“Jangan pulang dulu ke rumah sebelum situasi kondusif,” katanya.

Sebagai informasi, berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Tangerang, jumlah pengungsi di Kantor Desa Tanjakan Mekar Kecamatan Rajeg sampai pukul 09.00 WIB per tanggal 7 Juli 2026, mencapai 198 orang. Jumlah tersebut terdiri atas anak-anak sebanyak 52 orang, lansia 5 orang, dewasa 120 orang, balita 20 orang, dan difabel 1 orang.

Salah seorang pengungsi, Suharti (61 tahun) mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan melalui PKK Provinsi Banten. Bagi mereka, bantuan sekecil apa pun sangat berarti di tengah kondisi darurat.

“Alhamdulillah, saya sangat senang dan bersyukur atas bantuan yang diberikan,” katanya. (*/Yudhi).

Komentar