PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dan Kementerian Koperasi Perkuat Kemitraan Koperasi Sawit untuk Dukung Ketahanan Pangan dan Energi Nasional

PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) bersama Kementerian Koperasi Republik Indonesia secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang Pengembangan Ekosistem Agribisnis Perkebunan Berbasis Koperasi dalam Mendukung Ketahanan Pangan dan Energi Nasional. Penandatanganan berlangsung di Ruang Rapat Lantai 8 Kementerian Koperasi, Jakarta, Kamis (2/7). Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono dan Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Mohammad Abdul Ghani, serta disaksikan oleh Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, Wakil Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Kusdi Sastro Kidjan, beserta jajaran pimpinan kedua institusi.

Jakarta59 Dilihat

JAKARTA, dialoguejakarta.com – 2 Juli 2026* – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) bersama Kementerian Koperasi Republik Indonesia secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang Pengembangan Ekosistem Agribisnis Perkebunan Berbasis Koperasi dalam Mendukung Ketahanan Pangan dan Energi Nasional. Penandatanganan berlangsung di Ruang Rapat Lantai 8 Kementerian Koperasi, Jakarta, Kamis (2/7). Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono dan Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Mohammad Abdul Ghani, serta disaksikan oleh Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, Wakil Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Kusdi Sastro Kidjan, beserta jajaran pimpinan kedua institusi.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis kedua belah pihak dalam membangun model kemitraan yang memberdayakan koperasi sebagai penggerak utama pengelolaan perkebunan rakyat sekaligus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan dan energi nasional. Saat ini Kementerian Koperasi membina sekitar 1.135 koperasi yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit. Potensi tersebut menjadi fondasi awal dalam membangun ekosistem agribisnis berbasis koperasi bersama Agrinas Palma Nusantara sehingga mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi petani dan masyarakat.

Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, mengatakan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem perkebunan berbasis koperasi yang lebih kuat, modern, dan berkelanjutan. “Kami ingin membangun ekosistem perkebunan sawit berbasis koperasi, di mana Agrinas Palma Nusantara menjadi inti dan koperasi menjadi mitra strategis yang profesional. Ke depan, koperasi tidak hanya berperan dalam pengelolaan kebun, tetapi juga didorong masuk ke industri pengolahan hingga produk turunannya sehingga nilai tambah dapat dinikmati oleh petani dan masyarakat,” ujar Ferry Juliantono.

Sementara itu, Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), Mohammad Abdul Ghani, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari transformasi perusahaan dalam menjalankan mandat negara melalui pengelolaan aset perkebunan secara produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. “Agrinas Palma Nusantara tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas perkebunan, tetapi juga memastikan masyarakat menjadi bagian dari pembangunan. Melalui kemitraan koperasi, masyarakat memperoleh kesempatan untuk terlibat langsung dalam pengelolaan perkebunan secara profesional, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujar Abdul Ghani.

Sebagai BUMN yang mendapat mandat mengelola areal perkebunan hasil penertiban Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), Agrinas Palma Nusantara berkomitmen memastikan transformasi pengelolaan perkebunan tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memberikan kepastian hukum, perlindungan, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan. Melalui Nota Kesepahaman ini, Kementerian Koperasi dan Agrinas Palma Nusantara akan berkolaborasi menyelesaikan berbagai permasalahan tata kelola perkebunan rakyat, khususnya kebun sawit masyarakat yang berada di kawasan hutan.

Verifikasi bersama akan menjadi dasar pembentukan dan penguatan koperasi sebagai mitra strategis perusahaan dalam pengelolaan perkebunan yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Dalam implementasinya, koperasi akan menjadi mitra strategis Agrinas Palma Nusantara dalam pengelolaan operasional perkebunan, mulai dari pemeliharaan tanaman, panen, hingga pengangkutan hasil produksi. Pola tersebut diharapkan memperkuat kelembagaan koperasi, meningkatkan kesejahteraan anggota, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan perkebunan.

Agrinas Palma Nusantara juga akan memberikan pendampingan teknis, penguatan tata kelola, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pembinaan manajemen agar koperasi mampu berkembang menjadi mitra usaha yang profesional dan mandiri. Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari program transformasi perusahaan melalui rehabilitasi areal eks perkebunan sawit yang telah diserahkan kepada Agrinas Palma Nusantara. Program tersebut diproyeksikan membuka kesempatan kerja dalam skala besar sekaligus mendukung peningkatan produktivitas perkebunan.

Dalam tahap awal transformasi operasional, Agrinas Palma Nusantara merencanakan kebutuhan tenaga kerja lebih dari 10.000 orang, termasuk tenaga pengawas dan fungsi operasional guna mendukung pengelolaan perkebunan secara profesional, serta tenaga kerja untuk pemulihan tanaman dan penanaman sawit. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan perkebunan, sekaligus mempercepat peningkatan produktivitas aset negara.

Melalui kolaborasi ini, Agrinas Palma Nusantara menegaskan perannya sebagai agent of change dan agent of growth dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional berbasis perkebunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan. Sinergi antara pemerintah, koperasi, dan BUMN diharapkan menjadi model baru pengelolaan perkebunan rakyat yang mampu memperkuat ketahanan pangan, ketahanan energi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. (*)

Komentar