Gubernur Andra Soni: Kami Ingin Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur Masyarakat Melalui Peternakan

Gubernur Andra Soni memperkuat sinergi dengan industri untuk menumbuhkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor peternakan. Masyarakat diharapkan mampu mengembangkan usaha sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Banten61 Dilihat

BANTEN, dialoguejakarta.com -;Gubernur Andra Soni memperkuat sinergi dengan industri untuk menumbuhkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor peternakan. Masyarakat diharapkan mampu mengembangkan usaha sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Komitmen tersebut ditegaskan Andra Soni saat melakukan kunjungan kerja ke PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) Feedmill Balaraja, Kabupaten Tangerang, Senin (29/6/2026). Ia bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Banten meninjau langsung tahapan proses produksi pakan ternak. Peninjauan diawali dengan lokasi safety induction, dilanjutkan ke lokasi sampling bahan baku, discipline area sebagai pusat pengendalian proses produksi, hingga area finished product sebelum didistribusikan ke berbagai daerah.

Andra Soni mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemprov Banten mempelajari ekosistem industri peternakan yang telah terbangun secara terintegrasi. Menurutnya, pengalaman dan praktik baik dari dunia industri dapat menjadi referensi dalam menyusun program pemberdayaan masyarakat yang lebih efektif.

“Kami ingin menumbuhkan jiwa entrepreneur masyarakat, khususnya kelompok keluarga kurang mampu, agar bisa keluar dari kemiskinan melalui usaha peternakan,” ujar Andra Soni.

Ia menjelaskan, Provinsi Banten memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor peternakan karena didukung sedikitnya 14 pabrik pakan ternak yang menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri perunggasan nasional. Keberadaan industri tersebut tidak hanya mendukung program ketahanan pangan, tetapi juga menggerakkan berbagai sektor ekonomi, mulai dari petani jagung, petani padi sebagai pemasok dedak, hingga peternak unggas.

Menurutnya, potensi tersebut harus dimanfaatkan melalui kemitraan yang saling menguntungkan antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

“Harusnya warga Banten tidak boleh gagal beternak. Ahlinya ada di sini, pakannya diproduksi di sini, bahkan pasarnya juga sudah tersedia. Tinggal bagaimana kita membangun kolaborasi agar masyarakat bisa ikut tumbuh bersama industri,” katanya.

Ia menegaskan, Pemprov Banten tengah merancang program pemberdayaan masyarakat yang tidak lagi berorientasi pada bantuan sosial semata, melainkan mendorong lahirnya pelaku usaha baru di sektor peternakan. Melalui pola kemitraan, masyarakat akan memperoleh pendampingan, akses bibit ayam (day old chick/DOC), pakan, hingga kepastian pasar sehingga usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan.

Selain itu, Andra Soni mengajak seluruh pelaku industri untuk membangun komunikasi dengan pemerintah daerah. Menurutnya, pemerintah berkomitmen memberikan pelayanan terbaik guna menciptakan iklim investasi yang kondusif sekaligus memperluas manfaat industri bagi masyarakat.

“Kalau ada kendala pelayanan dari pemerintah, jangan ragu untuk menyampaikan kepada kami. Kami ingin industri terus berkembang karena industri merupakan salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Pimpinan PT Charoen Pokphand Indonesia Feedmill Balaraja Suparman menyampaikan apresiasi atas kunjungan Gubernur Andra Soni beserta jajaran. Ia menjelaskan pabrik Balaraja mulai dibangun pada 1992 dan beroperasi sejak 1994. Selama lebih dari tiga dekade beroperasi, perusahaan terus berkembang dengan dukungan Pemerintah Provinsi Banten.

Menurut Suparman, Provinsi Banten menjadi salah satu wilayah strategis bagi perusahaan karena memiliki rantai industri perunggasan yang lengkap, mulai dari pembibitan (breeding farm), produksi DOC, pabrik pakan ternak, budidaya ayam, rumah potong hewan unggas (RPHU), hingga industri makanan olahan yang seluruhnya berada di wilayah Banten.

“Banten merupakan daerah yang paling lengkap bagi kami. Rantai industri kami sudah terintegrasi dari hulu hingga hilir sehingga siap mendukung pengembangan sektor peternakan di daerah,” ujarnya.

Plt. Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Nasir, mengatakan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha diharapkan mampu memperkuat program pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi petani dan peternak. Melalui kemitraan tersebut, kebutuhan bahan baku industri seperti jagung dan dedak diharapkan semakin banyak dipenuhi oleh petani lokal.

Selain memperkuat sektor hulu, program tersebut juga diarahkan untuk mengembangkan peternakan ayam petelur berbasis kemitraan sehingga masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi memperoleh pendampingan usaha secara berkelanjutan.

“Ke depan kami ingin membangun pola pemberdayaan bersama dunia usaha sehingga masyarakat benar-benar dibina. Harapannya, tingkat keberhasilan program semakin tinggi dan manfaatnya dapat dirasakan secara luas,” kata Nasir. (*)

(Biro Administrasi Pimpinan
Setda Provinsi Banten)

Komentar