Lepas 42 Kontingen KTNA ke Penas XVII Gorontalo, Pesan Bupati Serang Tingkatkan Kapasitas dan Jejaring

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah melepas 42 peserta Kontingen Kabupaten Serang yang akan mengikuti Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan atau Penas KTNA ke-XVII di Gorontalo, di Pendopo Bupati Serang pada Rabu, 17 Juni 2026. Meski menargetkan juara umum, namun Bupati Ratu Rachmatuzakiyah berpesan agar lebih meningkatkan kapasitas dan jejaring.

Banten29 Dilihat

KAB. SERANG, dialoguejakarta.com – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah melepas 42 peserta Kontingen Kabupaten Serang yang akan mengikuti Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan atau Penas KTNA ke-XVII di Gorontalo, di Pendopo Bupati Serang pada Rabu, 17 Juni 2026. Meski menargetkan juara umum, namun Bupati Ratu Rachmatuzakiyah berpesan agar lebih meningkatkan kapasitas dan jejaring.

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, pihaknya melepas kontingen untuk ikut Penas KTNA ke-XVII Gorontalo karena Kabupaten Serang pada Peda tingkat Provinsi Banten menjadi juara umum. Maka untuk tingkat nasional diberangkatkan seluruh peserta.

Ratu Zakiyah, sapaan Ratu Rachmatuzakiyah, meminta seluruh peserta mengikuti kegiatan secara maksimal, agar ilmu dan teknologi terbarukan yang didapat bisa diimplementasikan di Kabupaten Serang. “Saya minta ikuti kegiatan ini semaksimal mungkin. Tukar ilmu, tukar teknologi, lalu sebarkan ke petani dan nelayan lain yang tidak ikut ke Gorontalo. Target kita tentu ingin jadi juara umum lagi, tapi yang utama adalah peningkatan kapasitas dan jejaring,” ujarnya kepada wartawan.

Ratu Zakiyah menyebutkan, Kabupaten Serang akan menampilkan inovasi unggulan berupa produk olahan talas beneng di Penas tersebut. Daun talas diolah menjadi tembakau rendah nikotin, sementara umbinya diolah menjadi tepung untuk bahan kue seperti brownies dan roti. ”Produk ini sudah dikembangkan di Kecamatan Pabuaran dan bahkan sudah menembus pasar ekspor,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang Suhardjo mengatakan, keikutsertaan kontingen lebih ditekankan pada transfer ilmu ketimbang kompetisi. “Di Penas ini ada seminar, kunjungan lapangan, dan pelatihan. Lomba seperti capir dan ketangkasan lebih ke hiburan. Yang penting bagaimana kita bawa pulang keunggulan produk pertanian daerah lain untuk diterapkan di Serang,” ujarnya.

Suhardjo menyebutkan, dari 42 peserta, 32 orang merupakan petani, 5 pendamping pertanian, dan 5 orang dari Dinas Perikanan. Dengan jumlah tersebut, Kabupaten Serang menjadi kontingen terbanyak dari Provinsi Banten.

”Adapun untuk kegiatannya akan berlangsung pada 20 sampai 25 Juni 2026. Pembukaan dilakukan oleh Menteri Pertanian, sementara penutupan direncanakan dihadiri Presiden,” katanya.

Suhardjo memastikan, jika kontingen meraih juara, reward yang disiapkan bukan uang tunai melainkan alat pertanian seperti traktor dan pompa air. “Kami butuh alat, bukan uang. Itu langsung bisa dimanfaatkan petani,” katanya.

Ketua KTNA Kabupaten Serang Anani Syarif mengatakan, kontingen juga mewakili Provinsi Banten di cabang paduan suara dan seni budaya. Sebanyak 20 orang akan tampil di paduan suara, sementara seni debus akan dibawakan anggota KTNA dari Kecamatan Mancak, Cikeusal, dan Ciruas. “Debus Kabupaten Serang pernah jadi juara pertama di Penas Banyuasin, juara kedua di Kaltim dan Malang. Mudah-mudahan di Gorontalo kita bisa mengulang prestasi itu,” ujarnya.

Anani menyebutkan tantangan sistem lomba keterampilan yang kini berbasis digital seperti CAT. Menurutnya, banyak peserta kontingen yang masih didominasi petani senior, sehingga perlu regenerasi dengan melibatkan petani muda, termasuk yang pernah magang di Jepang.

Pendaftaran peserta Penas KTNA XVII sendiri sudah menggunakan aplikasi digital. ”Minta dukungan dan doa masyarakat agar kontingen Banten, khususnya Kabupaten Serang, bisa kembali mengharumkan nama daerah,” ucapnya. (*)

Komentar