Perkenalkan Kekayaan Wastra Banten, Tinawati Andra Soni Bangga Lomba Desainer Muda Festival Shafara dan Digiwara 2026

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni mengaku bangga dan senang menjadi juri acara Final Lomba Desainer Muda tingkat SMK pada Festival Shafara dan Digiwara 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten. Momentum itu menjadi kesempatan para peserta untuk memperkenalkan kekayaan aneka produk wastra Banten.

Banten21 Dilihat

BANTEN, dialoguejakarta.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni mengaku bangga dan senang menjadi juri acara Final Lomba Desainer Muda tingkat SMK pada Festival Shafara dan Digiwara 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten. Momentum itu menjadi kesempatan para peserta untuk memperkenalkan kekayaan aneka produk wastra Banten.

“Ini bagian dari memberi motivasi anak-anak kita khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terkait keterampilan,” ucap Tinawati usai menjadi juri Final Lomba Fashion Desainer Muda Festival Shafara dan Digiwara 2026 di Bintaro Jaya XChange Mall, Jl. Lingkar Jaya, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Jumat (22/5/2026).

Menurut Tinawati, Festival Shafara dan Digiwara menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan wastra Banten. Para peserta ini juga berpotensi sebagai generasi mendatang yang dapat berkontribusi pada sektor ekonomi kreatif.

“Jumlah dan variasi wastra Banten luar biasa. Kegiatan ini memantik desainer-desainer muda untuk menggunakan kearifan lokal wastra Banten,” katanya.

Seperti dijelaskan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Ameriza Ma’ruf Moesa, dalam tiga hari pelaksanaan, target transaksi mencapai Rp 3,1 miliar. Festival bertujuan untuk memperluas ekosistem ekonomi syariah.

Apalagi, potensi ekonomi syariah di Provinsi Banten cukup besar. Kantor Perwakilan BI, akan terus berupaya memperluas ekosistem ekonomi syariah di seluruh daerah di Provinsi Banten.

“Kami juga mencari terobosan bagaimana masjid bukan menjadi tempat ibadah saja. Kami membuat pilot project dengan Masjid Raya Bintaro untuk pemberdayaan ekonomi umat,” ungkapnya.

“Programnya mengoptimalkan wakaf produktif untuk kerja UMKM semacam revolving fund atau dana bergulir. Kedua, kita dorong UMKMnya juga. Ketiga, kita perkuat dari sisi edukasi,” katanya menambahkan.

Ameriza meyakini, potensi ekonomi keuangan syariah Provinsi Banten masih memiliki peluang besar untuk berkembang dan tumbuh lebih cepat. Pekerjaan rumahnya saat ini adalah soal sosialisasi dan edukasi kepada para pelaku usaha.

“Makanya acara ini untuk memperkuat aspek sosialisasi dan edukasi,” tambahnya.

Sebagai informasi Final Lomba Desainer Muda Festival Shafara dan Digiwara Festival tingkat SMK dimenangkan oleh Alifia Zhafarina dari SMKN 3 Kota Tangerang. Juara kedua diraih Nur Anisa dari Jaya Buana dan juara ketiga diraih Audrey Kinan dari SMKN 3 Kota Tangerang.

Juri final terdiri dari Ketua Dekranasda Provinsi Banten Tinawati Andra Soni, desainer profesional Ali Charisma, dan desainer profesional desainer Irmasari Joedawinata. Festival ini melibatkan 18 lembaga keuangan syariah, 35 UMKM, dan 8 brand kopi. Selain itu terdapat Jawara Mart yang merupakan supermarket dengan 114 pemasok dari UMKM se-Banten. (*/Yudhi).

Komentar