Seba Baduy 2026, Bupati Serang Ajak Teladani Kesederhanaan Suku Baduy

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengajak untuk ikut meneladani kehidupan sehari-hari Suku Baduy. Ajakan disampaikannya usai menerima Seba Baduy Tahun 2026 di Teras Pendopo Bupati pada Minggu, 26 April 2026.

DialogDaerah62 Dilihat

KAB. SERANG, dialoguejakarta.com – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengajak untuk ikut meneladani kehidupan sehari-hari Suku Baduy. Ajakan disampaikannya usai menerima Seba Baduy Tahun 2026 di Teras Pendopo Bupati pada Minggu, 26 April 2026.

“Hari ini kita menerima Seba Baduy di Kabupaten Serang, dan ini adalah kali pertama sejak saya menjadi pemimpin daerah. Kita tahu, Seba Baduy itu tradisi turun temurun yang sudah dilakukan setiap tahun,” ujarnya kepada wartawan.

Turut mendampingi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Serang, Abdul Gofur, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana, para pejabat eselon II, dan perwakilan unsur Forkopimda Kabupaten Serang.

Ratu Zakiyah sapaan Ratu Rachmatuzakiyah, Seba Baduy adalah dalam rangka memberi hasil bumi sebagai ungkapan rasa syukur, menjaga harmonisasi antara pemerintah dan masyarakat Adat Baduy. Maka, tentu selaku pemerintah daerah menyambut baik kedatangan para masyarakat Adat Baduy. “Yang hadir di sini kurang lebih 300 orang,” katanya.

Ratu Zakiyah mengaku bangga dengan kehadiran warga Suku Baduy. Oleh karenanya, ia juga mengajak untuk terus menjaga tradisi Seba Baduy untuk terus dilestarikan, serta ada beberapa hal yang harus diteladani dan dicontoh dari nilai-nilai keseharian yang ada pada Suku Baduy.

“Di antaranya bagaimana mereka hidup sederhana, mereka dengan pakaian serba putih, ada yang hitam itu menandakan kesederhanaan hidup. Kemudian juga bagaimana mereka jujur dalam melakukan aktivitas kehidupan, dalam berbuat ketaatan kepada atasannya kepada puun dan kepada Jaro,” ungkapnya.

“Artinya, itu yang saya rasa juga harus kita contoh, karena kita ini hidup harus seperti itu, harus ada kejujuran, kesederhanaan, dan ketaatan. Ketaatan itu, ketaatan kepada Allah, kepada pemerintah dan lainnya,” sambungnya.

Oleh karena itu juga, Ratu Zakiyah kembali mengajak untuk bersama-sama menjaga tradisi Seba Baduy dan tradisi lainnya. “Semoga hubungan yang baik ini terus bisa kita lestarikan, dan ini merupakan salah satu kearifan lokal yang dimiliki di Provinsi Banten. Kita harus jaga dan kita hormati itu semua,” tandasnya.

Jaro 12, Saidi Putra mengatakan Seba Baduy adalah jika dahulu disebut trongtong yang artinya agar pemerintah daerah tidak lupa atau melupakan. Maka, masyarakat khususnya Suku Baduy tidak resah sehingga negara kuat dan agama teguh. “Seba Baduy eta lamun baheula mah tongtrong, supaya pemerintah ulah hilap, masyarakat ulah aya resah, nagara kuat jeng agama teguh,” ucapnya.

Jaro Saidi Putra menanggapi sambutan Bupati Serang Ratu Zakiyah. Ia meyakini, jika ke depannya akan bagus. “Bagus cocok bener, Insya Allah bagus kaharepna, mantak sing asak-asak kejo bisi tutung tambagana, bisi kaduhung jagana lamun te perhatian kana iyeu. Pesen kami, tong di punahken masalah aturan-aturan iyeu,” tuturnya.(*)

Adv Banner

Komentar