Bandung, dialoguejakarta.com – Perangkat tidur berupa bantal menjadi metafora pada karya tiga dimensi perupa Loranita Theo. Sejumlah karyanya dari bahan terakota akan digelar pada pameran tunggal bertajuk Openeven di ruang pamer Orbital Dago, Bandung, 28 Januari – 22 Februari 2026. “Bagi saya bantal adalah gerbang mimpi, portal imajinasi tentang harapan,” ujar Loranita dalam rilis Orbital Dago, 23 Januari 2026.
Menurut perupa kelahiran Medan, Sumatera Utara, pada 1970 ini, relasi
antara bantal dan manusia berupa tangan dan kaki yang dalam imajinasinya bagian tubuh itu seolah menembus dimensi mimpi. Ada tangan yang mencoba menguasai ruang dan kaki yang mencari arah bersama waktu,” katanya.
Rifky “Goro” Effendy, pemilik ruang pamer Orbital Dago yang juga kurator pameran ini, mengatakan pameran tunggal Loranita Theo kali ini mencerminkan nilai-nilai keterbukaan,
penerimaan, interaksi sosial, sekaligus juga kenyamanan secara personal maupun sosial dalam Open Oven atau artian harfiahnya: tungku terbuka.
“Loranita menampilkan karya tiga dimensional berbentuk bantal yang dilapisi serbuk terakota dan dikombinasikan dengan elemen patung dari terakota berupa bagian tubuh: tangan, kaki dan genteng berbahan terakota, serta elemen media lain, seperti suara, dan elemen pendukung lainnya,” ujar Rifky.
Loranita Theo mengikuti pendidikan seni lukis di Fakultas Seni Rupa Disain di Institut Teknogi Bandung (ITB) pada 1990. Dia saat ini tinggal di Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat. Bersama sang suami Arif Yudi dia ikut mendirikan dan terlibat dalam kolektif Jatiwangi art Factory, mulai 2005 hingga saat ini. Tahun 1995 mendirikan Sanggar Anggit Serat Alam.■ Raihul Fadjri





















Komentar