Retret Keuskupan TNI-Polri Angkat Isu Gender dan Kebangsaan

Retret dan Temu Rohani Katolik Keuskupan TNI-Polri (Ordinariatus Castrensis Indonesia/OCI) yang berlangsung di Aula Pelican PPSM, Rabu (10/9/2025).

DialogNews393 Dilihat

MUNTILAN, dialoguejakarta.com – Retret dan Temu Rohani Katolik Keuskupan TNI-Polri (Ordinariatus Castrensis Indonesia/OCI) yang berlangsung di Aula Pelican PPSM, Rabu (10/9/2025).

Memasuki sesi ketiga hingga keenam dengan beragam topik strategis, mulai dari penyempurnaan Direktorium OCI, penguatan pembinaan mental prajurit, isu kesetaraan gender, hingga dukungan pada Indonesia Emas 2045.

Pada sesi III, Brigjen TNI (Purn.) Pontianus Gunung Sarasmoro memaparkan latar belakang, isi, dan struktur Direktorium OCI 2025 yang disusun sejak 2023. Ia menekankan pentingnya penyempurnaan naskah ini sebagai pedoman dasar pelayanan pastoral umat Katolik di lingkungan TNI-Polri. “Direktorium harus menonjolkan mentalitas, karakter, dan spiritualitas yang bisa menginspirasi umat Kristiani,” ujarnya.

Ignatius Kardinal Suharyo dalam Wawasan Pastoral OCI menegaskan, Direktorium menjadi wadah panggilan hidup kristiani yang menekankan cinta tanah air sebagai jalan menuju kesempurnaan kasih. “Umat keuskupan OCI harus hadir sebagai tanda pengharapan di tengah situasi bangsa,” pesannya.

Memasuki sesi IV, Kol. Inf. Sudung H.C.H. Malau (Disbintal TNI AD) dan Kol. Inf. Agus Faridianto (Wakapusbintal TNI) menyoroti perlunya kolaborasi OCI dalam pembinaan mental prajurit. Agus menegaskan, Pusbintal berperan langsung di bawah Panglima TNI dengan tugas utama menguatkan moralitas, soliditas, dan ketangguhan prajurit. Ia juga mengingatkan ancaman aktual seperti intoleransi, judi online, hingga penyalahgunaan media sosial.

Pada sesi V, Brigjen Pol (Purn.) Yosepha Sri Suari, M.Si., mengangkat isu kesetaraan gender di lingkungan militer dan kepolisian. Ia menilai implementasi pengarusutamaan gender masih sebatas formalitas. “Kesetaraan bukan tokenisme, tapi kesempatan nyata bagi perempuan untuk memimpin dan berkontribusi,” tegasnya. Yosepha juga menyinggung keterlibatan OCI dalam memperjuangkan keadilan gender serta perlindungan terhadap perempuan, anak, dan korban perdagangan manusia.

Sementara itu, sesi VI menghadirkan Karo Watpers SSDM Polri, Dr. Budhi Herdi Susianto, S.H., S.I.K., M.Si., CHRMP, yang berbagi pengalaman spiritual sekaligus menyoroti tantangan Polri di era digital. Ia menekankan pentingnya sinergi Polri, TNI, dan pemuka agama untuk menghadirkan ketenangan dan kebenaran di tengah masyarakat. Budhi juga menegaskan bahwa proses rekrutmen Polri tidak dipungut biaya, menepis isu pungli dalam penerimaan anggota baru.

Retret OCI 2025 menjadi momentum memperkuat spiritualitas umat Katolik TNI-Polri sekaligus merumuskan peran strategis dalam pelayanan iman, pembangunan bangsa, serta kolaborasi lintas sektor menuju visi Indonesia Emas 2045. (*)

Komentar