Eksplorasi Kardus Bekas sebagai Media Estetik

DialogDaerah1985 Dilihat

Yogyakarta. dialoguejakarta.com – Pelukis biasanya menggunakan media kanvas untuk menuangkan ekspresi estetiknya. Tapi pelukis Kana Fuddy Prakoso (1973) alih-alih menggunakan media kanvas atau kertas putih, sejak enam tahun lalu dia malah menggunakan materi bekas sebagai media eksplorasi elemen estetik pada karya seni rupa berupa kardus yang biasa dipakai sebagai pembungkus berbagai macam produk konsumsi.

Kana mengangkat narasi tentang sesuatu yang bernuansa klasik, tua, dan renta lewat sapuan cat ekspresif di atas media kardus bekas yang masih menyisakan warna coklat kardus dan berbagai merek produk yang tercetak di atasnya lewat 24 karya lukis pada pameran tunggalnya bertajuk KÃNA KANAKA, di Ruang Dalam Art House, Yogyakarta, 1 – 15 Juni 2025.

Ada figur lelaki yang tampak sudah berusia lanjut, mengenakan kain sarung terduduk tak berdaya di lantai. Sebelah tangannya memegang kepala dan sebelah kaki ditekuk dalam posisi berdiri dengan latar belakang warna coklat kardus bekas kemasan mie instan Indo Mie (Kursi Harapan, 2025). Ada pula tiga figur perempuan dengan rambut yang sudah putih oleh uban, mengenakan sarung tampak seolah tertatih-tatih sedang berjalan dengan memakai bantuan tongkat walker (Ibumu, Ibumu, Ibumu, 2023). Karya lukis ini juga di atas media kardus usang dengan tulisan Indo Mie dalam warna merah menyala.

Masih dengan narasi masa lalu, Kana mengeksplorasi citraan bentuk sepeda tua yang biasanya berwarna gelap dan pada masa lalu pernah dipakai banyak orang sebagai alat transportasi sehari-hari. Ada karya gambar (drawing) berupa citraan bentuk sepeda tua dalam warna merah (Red Zone, 2020). Ada juga bentuk bagian belakang sepeda yang melingkari kerumunan citraan bentuk figur bak menggambarkan kehidupan yang terus berputar (Putaran, 2023). “Sebagai bahan yang low karbon kardus dan sepeda punya koneksi yang sama. Selain itu sepeda alat transportasi yang menggunakan tenaga pengayuhnya untuk mencapai tujuan,” ujar perupa lulusan Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta ini.

Gagasan menggunakan media kardus muncul spontan saja, karena Kana terbiasa berimajinasi sehingga selalu terbersit gagasan yang sering di luar dugaan. Bermula ketika Kana saat tinggal di dekat Pasar Mayestik, Jakarta, sering melihat tumpukan kardus. Dia mulai berpikir untuk menggunakannya sebagai media karya lukis. Kemudian pandemi Covid-19 memaksa Kana dan keluarganya mengurung diri di dalam rumah, sehingga dia menggunakan apa saja yang ada di rumah.

“Kebetulan di dalam rumah tersedia kebutuhan popok dewasa di dalam dua kardus untuk kebutuhan dalam sebulan,” kata pemilik Galeri Ruang Garasi ini. Belum lagi belanja bulanan yang menggunakan kardus juga sebagai alat pembungkus, sehingga media berkarya menggunakan kardus berlimpah di rumahnya. “Ini awal mulanya dan terus dieksplorasi bagaimana supaya karya juga bisa bertahan lama dengan menggunakan coating yang terus disempurnakan.”

Dari aspek lingkungan, dengan menggunakan kardus bekas pakai, Kana menerapkan salah satu praktek 3R dalam upaya menyelamatkan lingkungan, yakni reuse (penggunaan kembali). Praktek ini untuk mengurangi tekanan pada lingkungan dengan menghemat sumber daya alam. “Pada akhirnya memberi pemanfaatan lebih panjang pada kemasan kardus bekas,” katanya. (R. Fadjri)

Adv Banner

Komentar