Gubernur Jatim Ajak Muslimat NU Siapkan Program Paralegal untuk Perlindungan Perempuan dan Anak

DialogNasional1172 Dilihat

Jakarta, Dialoguejakarta.com – Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, mengajak Muslimat NU untuk memperkuat jejaring hingga tingkat internasional dalam mendukung dan menyukseskan berbagai program pemerintah.

Pernyataan ini disampaikan Khofifah saat membuka Orientasi Pengurus Pimpinan Pusat Muslimat NU Masa Khidmat 2025-2030 di Hotel Swissbell Kalibata, Jakarta, pada Minggu (4/5/25).

Gubernur Khofifah menekankan pentingnya penguatan jejaring, baik nasional maupun internasional, agar Muslimat NU dapat berkontribusi dalam mendukung program-program pemerintah, termasuk pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai upaya penguatan ekonomi kerakyatan di tingkat akar rumput.

Sebagai contoh, Khofifah menyebut Koperasi Aniisa milik Muslimat NU yang perlu direvitalisasi dan disinergikan dengan Kopdes Merah Putih milik pemerintah.

“Saya mendorong pengurus Muslimat NU untuk ikut mendukung dan menyukseskan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Ini adalah upaya strategis untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui koperasi berbasis desa dan gotong royong,” tuturnya.

Orientasi ini diharapkan menjadi momentum penting bagi Muslimat NU untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah, memperluas peran sosial, serta membangun kemandirian ekonomi umat berbasis nilai-nilai Islam dan kebangsaan.

“Apa yang dilakukan Muslimat NU hari ini resonansinya saya harapkan bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia,” tambahnya.

Khofifah juga menekankan pentingnya jejaring internasional, terutama dalam menampilkan berbagai program dan kegiatan Muslimat NU yang memiliki lebih dari 36 juta anggota.

Beberapa waktu lalu, Syekh Assayyid Afeefuddin Al Jailani memuji peran Muslimat NU yang memberikan referensi kesejukan dan kedamaian, serta memiliki dampak internasional yang perlu disemai secara masif.

Gubernur Khofifah juga menyampaikan perlunya meningkatkan publikasi program dan kegiatan organisasi agar masyarakat lebih mengenal dan mengapresiasi kiprah Muslimat NU.

“Militansi Muslimat NU yang mengabdikan diri kepada masyarakat tidak kenal waktu menjadi daya tarik dan inspirasi para syech dan ulama dunia. Sudah saatnya jejaring internasional Muslimat terupdate dengan seluruh kegiatan Muslimat NU,” ujarnya.

Di era digital saat ini, Khofifah menekankan pentingnya syiar dan dakwah melalui kegiatan dan program Muslimat NU dengan menggandeng konten kreator untuk mempublikasikan seluruh kegiatan secara masif.

“Dinamika ini harus kita respon. Konten kreator menjadi alat syiar yang sangat relevan hari ini,” katanya.

Muslimat NU terus berperan aktif dalam memberikan solusi terhadap persoalan sosial yang terjadi. Khofifah menegaskan bahwa Muslimat NU harus menjadi garda terdepan dalam advokasi dan perlindungan terhadap perempuan dan anak.

“Muslimat NU harus ambil bagian dalam mencari solusi bersama pemerintah terhadap persoalan perempuan dan anak. Ini adalah ladang perjuangan yang sangat mulia,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Menteri PPPA RI Arifah Choiri Fauzi, yang juga Ketua PP Muslimat NU, menyatakan bahwa orientasi ini bertujuan untuk membangun pemahaman bersama tentang organisasi terbesar di dunia dan menata niat bersama dalam berkiprah di Muslimat NU, serta membangun chemistry di antara seluruh pengurus dalam melayani umat, khususnya di NU.

Khofifah juga mengumumkan rencana Rakernas dan Pelantikan PP Muslimat NU di Samarinda, Kalimantan Timur, pada tanggal 10-12 Mei 2025, di mana akan diluncurkan program Paralegal untuk perlindungan perempuan dan anak serta lembaga advokasi keluarga.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus yang terus berjuang dan berkhidmat bersama Muslimat NU,” pungkasnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Menteri PPPA RI Arifah Choiri Fauzi, DPD RI Lia Istifhama, serta sejumlah tokoh Muslimat NU lainnya.

Komentar