Depok, Dialoguejakarta.com – Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, bersama Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, melakukan tinjauan langsung terhadap operasi sistem kelistrikan di wilayah Jawa Madura dan Bali (Jamali) di PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban (UIP2B) Gandul, Depok, pada Jumat (27/12) lalu.
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan sistem digital PLN berfungsi optimal dalam mendukung keandalan pasokan listrik selama perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).
Dalam kesempatan tersebut, Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengapresiasi keberhasilan digitalisasi yang dilakukan oleh PLN dalam menjaga ketersediaan dan keandalan pasokan listrik di seluruh Indonesia. “Kami sudah melihat kontrol sistemnya untuk memastikan bahwa pasokan listrik untuk Nataru berjalan dengan baik. Saya mengapresiasi kerja keras jajaran Direksi dan para insan PLN sebagai ujung tombak ketahanan energi,” ujarnya.
Wamen Tiko, sapaan akrabnya, juga optimistis bahwa PLN akan terus sehat, baik dari sisi operasional maupun keuangan. Ia memastikan bahwa Kementerian BUMN akan terus mendukung PLN dalam memenuhi berbagai penugasan pemerintah, khususnya terkait dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). “Kondisi PLN sangat baik, dengan kemampuan keuangan yang solid, yang memungkinkan PLN membangun kapasitas energi baru terbarukan (EBT) sesuai dengan RUPTL 2025-2034,” kata Wamen Tiko.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa transformasi digital yang dilakukan PLN selama empat tahun terakhir terbukti efektif meningkatkan efisiensi dan keandalan sistem kelistrikan. Seluruh proses bisnis PLN yang dulunya dilakukan secara manual kini telah terdigitalisasi. Integrasi teknologi canggih dan optimalisasi jaringan memungkinkan PLN untuk menekan durasi dan frekuensi pemadaman listrik secara signifikan.
“Sejak 2020 hingga November 2024, kami berhasil menurunkan durasi pemadaman (SAIDI) sebesar 62,57% dan frekuensi pemadaman (SAIFI) sebesar 67,89%. Ini adalah bukti nyata komitmen kami dalam memberikan layanan terbaik bagi pelanggan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” tutur Darmawan.
PLN juga memastikan kesiapan pasokan listrik selama periode Nataru 2024, dengan beban puncak diperkirakan mencapai sekitar 39 gigawatt (GW), sementara daya mampu PLN sebesar 53 GW, memberikan cadangan daya yang cukup sebesar 14 GW. Selain itu, PLN telah menyiapkan 4.336 posko siaga dengan dukungan 81.591 personel yang siap merespons potensi gangguan kelistrikan selama Nataru.
“Pendekatan digitalisasi ini tidak hanya meningkatkan responsivitas PLN dalam menangani gangguan, tetapi juga menjaga stabilitas pasokan listrik, terutama saat permintaan meningkat selama periode Natal dan Tahun Baru,” kata Darmawan.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, PLN berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam teknologi digital dan pengembangan sumber daya manusia. Hal ini bertujuan untuk mendukung transformasi sistem kelistrikan di Indonesia menuju sistem yang lebih andal, efisien, dan berkelanjutan. PLN optimistis dapat mencapai target transisi energi nasional menuju bauran energi bersih yang lebih besar di masa depan.
“Sinergi antara pemerintah, PLN, dan seluruh pemangku kepentingan sangat penting untuk mewujudkan layanan listrik berkualitas yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” tutup Darmawan.


























Komentar