
Yogyakarta, dialoguejakarta.com – Perupa seni kriya Ki Mujar Sangkerta (1966) yang dikenal lewat seni pertunjukan Wayang Milehnium Wae sedang menyiapkan karya seni instalasi dari bahan daur ulang. “Limbah sampah plastik banyak menumpuk berserakan dimana-mana, mengganggu penglihatan keindahan tata kota. Polusi sampah plastik sangat meresahkan,” ujar Ki Mujar, Rabu 15 April 2026.
Menurut Ki Mujar yang pernah menempuh pendidikan seni kriya di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, limbah sangat menarik untuk dibuat menjadi karya seni instalasi. “Dengan memakai bahan terbuang yang sederhana menjadi karya yang bisa bernilai estetika yang menarik dan punya nilai ekonomi yang bertambah,” katanya.
Bermula ketika dia mendapat proyek untuk menghias area dalam dan luar di Hostel Mandiri dekat Tempat Wisata Sengkaling Malang, Jawa Timur, dengan materi bahan daur ulang berupa logam, kayu, plastik, kertas dalam beragam warna untuk membuat mural kolase berbentuk kupu-kupu dan kura-kura. Setelah itu foto-foto karya seni instalasi daur ulang itu dia posting di Face Book.
Dari pengerjaan pada 11-15 April 2026 dia menghasilkan dua karya. “Setelah itu ada yang meminta dibuatkan beberapa relief instalasi dari galon bekas, kain perca dan ranting pohon yang kering untuk dijadikan hiasan dinding, menghias taman serta merespon taman pekarangan di utara Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta,” ujar Ki Mujar yang punya nama asli Mujar Mahasiswantoro.
Ki Mujar bersama timnya mencari dan memilah barang-barang limbah plastik bekas dipengepul barang bekas di dekat rumahnya di Gabusan, Yogyakarta. Limbah itu antara lain berupa limbah dari bahan plastik, logam, kayu, fiber, kaca, dan kain perca. Selanjutnya dia bawa limbah itu dan eksekusi dalam proses pembuatannya di Studio SANGKERTA di Jalan Parangtritis, Sewon, Bantul Yogyakarta. “Saya sedang mengumpulkan barang bekas dari logam dalam berbagai bentuk. Ada kenalpot, tangki motor, slebor, stang motor, felg mobil-motor, rantai, gir, komponen alat-alat onderdir kapal dan lain-lain. Barang bekas itu saya cari di tempat pengepulan barang rongsokan di beberapa tempat,” katanya.
Ki Mujar Sangkerta adalah seniman dan kriyawan asal Bantul, Yogyakarta, yang terkenal menciptakan Wayang Milehnium Wae. Karya utamanya ini merupakan wayang instalasi yang terbuat dari logam/aluminium, menggabungkan seni rupa, pertunjukan, musik, dan teater untuk ruang terbuka.
Karyanya berupa bentuk figur wayang dari bahan logam dengan bentuk unik dan tema modern yang sering dipentaskan di luar ruangan. Karya-karya Ki Mujar dikenal inovatif, menggabungkan tradisi dengan kreativitas modern, bahkan digunakan sebagai media terapi seni di tempat bencana.■ Raihul Fadjri