Pemkot Yogyakarta Siap Buka Pasar Terban

DialogLingkungan216 Dilihat

Yogyakarta, dialoguejakarta.com –  Pemerintah Kota Yogyakarta siap membuka Pasar Terban, Gondokusuman, Yogyakarta setelah seleai merevitalisasi Pasar Terpadu Kota Yogyakarta. Pasar itu mulai dibuka  Januari 2026, kata Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo  ketika menghadiri acara tradisi Wiwitan atau Pembukaan Awal Pasar Terban, Gondokusuman Yogyakarta, Selasa (30/12/2025).

Wiwitan Pasar Terban merupakan momentum ungkapan rasa syukur sekaligus penanda dimulainya kembali aktivitas pasar pasca revitalisasi. Wali Kota menekankan pentingnya modernisasi layanan, pengelolaan sampah berkelanjutan, serta kolaborasi lintas sektor.

Selanjutnya Hasto menegaskan, Pasar bukan sekadar ruang transaksi ekonomi, tetapi pusat kehidupan masyarakat. Kebersihan, pengelolaan limbah, dan pemenuhan standar halal harus menjadi prioritas.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Yogyakarta, V. Ambar Ismuwardhani, menerangkan Pasar dengan 3 lantai tersebut, direvitalisasi oleh Satuan Kerja Pelaksana, sejak April hingga September 2025 sebagai upaya peningkatan kualitas sarana perdagangan rakyat.

“Sesuai ketentuan, pasar yang telah selesai dibangun harus segera dioperasionalkan. Karena itu, kami menargetkan pasar mulai beroperasi penuh pada 10 Januari 2025,” tambahnya.

Ambar menjelaskan, Pasar Terban dirancang sebagai pasar percontohan nasional dengan konsep pasar ayam yang aman, nyaman, bersih, dan halal. Bangunan pasar yang semula satu lantai, kini dikembangkan menjadi tiga lantai. Lantai pertama untuk pemotongan dan penjualan ayam, bebek, serta sayuran; lantai kedua untuk kios kelontong, jasa, dan kebutuhan harian; sedang lantai ketiga disiapkan untuk kuliner, ruang aktivitas, dan produksi.

Pasar itu juga menampung pedagang kaki lima yang terdampak penataan kawasan Universitas Gadjah Mada, dengan jumlah pedagang sekitar 489 orang, setelah melalui proses sosialisasi dan pendataan.
.
Pada saat yang sama, anggota Komisi B, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Yogyakarta, Ipung Purwandari mengungkapkan Pasar Terban yang kini ditata sebagai sentra perdagangan ayam sekaligus ruang usaha bagi UMKM dan kuliner, memudahkan masyarakat untuk berbelanja dan memenuhi kebutuhan lain.

“Harapannya, para pelaku UMKM memiliki tempat berjualan yang aman, nyaman, bersih, dan halal. Pasar tidak hanya untuk berbelanja, tetapi juga berpotensi menjadi tujuan wisata keluarga,” ujarnya.

Menanggapi pembukaan kembali Pasar Terban, Ketua Paguyuban Mitra Unggas Sejahtera Pasar Terban, Faisal Rabidi, mewakili para pedagang, mengatakan ada perubahan signifikan kondisi pasar dibanding sebelumnya.

“Dulu kalau hujan becek dan kurang layak. Sekarang pasar lebih modern, bersih, higienis, dan tidak berbau. Harapannya, rezeki pedagang juga semakin baik dan pembeli makin banyak. Apresiasi untuk Disdag Kota Yogyakarta, atas perhatiannya kepada pedagang kecil,” tuturnya. (Nor)