Guru Besar Antropologi Terbitkan Buku Puisi

Puisi karya Profesor Dr. PM Laksono memantulkan pengalaman kultural dan historis saat melakukan penelitian antropologi di berbagai daerah.

Sejarah & Budaya214 Dilihat

 

Buku Kumpulan Puisi karya PM. Laksono. Foto: dokumentasi Ons Untoro/ dialoguejakarta.com

Yogyakarta, dialoguejakarta.com – Sastra Bulan Purnama meluncurkan buku puisi karya seorang antropolog handal, Profesor Dr. PM. Laksono, yang berjudul ‘Tiga Malam di Kaki Monrolo’, Senin 6 April 2026, pukul 10.00-13.00, di Balai Bahasa Yogyakarta, Jalan I Dewa Nyoman Oka No.34, Kotabaru, Kota Yogyakarta.

Peluncuran buku puisi yang
diterbitkan Tonggak Pustaka, Yogyakarta, ini diisi acara diskusi dengan pembicara Simon HT (penyair/pemikir kebudayaan), Hairus Salim (penulis/analis sastra dan film), Zamzam Fauzanawi (antropolog) dengan moderator Ida Fitri (penulis dan penterjemah).

PM. Laksono

Sebelum pensiun, Laksono adalah Guru Besar di Departemen Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada. “Selain mengajar dia juga melakukan penelitian diberbagai tempat di Indonesia. Indonesia Timur salah satu lokasi penelitian yang sering dikunjungi,” ujar Ons Untoro, Koordinator Sastra Bulan Purnama, penyelenggara acara ini. Pengalaman penelitian di lapangan, data-data yang tidak masuk dalam penulisan akademik, dituliskan Laksono dalam bentuk puisi, dan diberi pengantar oleh Faruk HT, Guru Besar Departemen Sastra Indonesia FIB UGM, dan Krisbudiman, penulis sastra dan kurator seni rupa.

Menurut Faruk, sifat etnografis dari puisi karya Laksono, tampak dari judul yang menunjuk pada lokalitas tertentu, seperti sebuah desa di Yogya, sebuah wilayah pinggiran kali, juga tempat di Sulawesi, Maluku, bahkan Nusa Tenggara, desa di lereng gunung seperti yang segera terlihat dari judul bukunya. “Semuanya cenderung digambarkan secara deskriptif, dengan rincian yang benar-benar etnografis,” ujar Faruk.

Bagi Faruk, membaca puisi yang demikian orang tidak hanya diajak menyaksikan lingkungan topografis sebuah lokasi, pohon, bebatuan, tinggi-rendah dataran, yang semuanya visual. “Melainkan juga diajak mengaktifkan semua pancaindera kita, mengecap rasa masakan, buah, menghirup aroma dari yang wangi sampai yang menusuk hidung, mendengar suara, kata-kata dengan bahasa setempat, menyentuh kasar-halus bebatuan, kulit dan keringat,” kata Faruk.

Krisbudiman menyebutkan, bagi Laksono, agaknya puisi bisa menjadi ruang refeksif, yang leluasa dan tetap berpijak pada sensibilitas etnografis. Puisi karya Laksono memantulkan pengalaman kultural dan historis yang dengan sengaja dia pisah-bedakan dari tulisan akademis. “Di tangan PM. Laksono, puisi dapat menguak kemungkinan register wacana lain, tanpa harus menggantikan tulisan akademisnya,” ujar Krisbudiman.

Pembacaan Puisi ‘Tiga Malam di Kaki Monrolo’

Puisi-puisi yang terkumpul dalam buku karya PM. Laksono dan diberi judul ‘Tiga Malam di Kaki Monrolo” akan dibacakan pada Sabtu 11 April 2026, pukul 15.30, di Museum Sandi Jalan Faridan M Noto No.21, Kotabaru, Kota Yogyakarta.

Para pembaca antara lain aktor Butet Kartaredjasa, akan membacakan puisi berjudul ‘Layu Revolusi’. Pembaca lainnya mahasiswa yang pernah kuliah di Jurusan Anrotopologi (kini Departemen Antoropoligi FB. UGM), diantaranya Aan Subansyah membaca puisi berjudul “Kasih Tak Berbalas”, Cuk Riomandha (Kualat), Krisbudiman (Pahit Kopi di Kebun Salak), Kunharibowo (Budi Pekerti Mendoet), Argo Twikromo (Bakar Batu di Wamena).

Pembaca lain dari departemen berbeda di FIB UGM, Heru Marwata/Yupi (Mengulik Kemiskinan), Anang Batas (Sepeda Onthel-onthel-ku), Ina Sita Nur Aina (Bagong Bedah Nalar), dan seorang peneliti dan dikenal sebagai alhi Demografi, Riwanto Tirtosudarmo, akan membacakan puisi ‘Getir Di Balik Pintu’. PM. Laksono juga akan membacakan puisi karyanya.

Joshua Igho, seorang penyair, akan menggubah salah satu puisi karya PM. Laksono menjadi lagu, dan pertunjukkan puisi yang disebut Teaterisasi Puisi oleh Gati Andoko dan Teater Terjal.

Kegiatan ini sekaligus merupakan rangkaian merayakan usia 73 tahun PM. Laksono, dan akan diakhiri dengan acara baca puisi, pameran, dan musik di Fransis Pizza, Jalan Puntodewo 14, Banjarsari, Ngaglik, Sleman, Minggu, 12 April 2026 pukul 15.30 WIB.

Tiga kegiatan dalam satu rangkaian peluncurkan buku puisi karya PM. Laksono diselenggarakan kerjasama dengan Penerbit Tonggak Pustakan, Balai Bahasa dan Fransis Pizza. “Di era digital sastra bersentuhan dengan Pizza, yang memiliki dimensi internasional, setidaknya untuk menunjukkan bahwa karya sastra tidak berada di ruang terpencil,” kelakar Ons Untoro.■ Raihul Fadjri