
YOGYAKARTA, dialoguejakarta.com – Klowor Waldiyono (1968) dikenal sebagai pelukis yang kerap mengeksplorasi bentangan lanskap alam dengan citraan flora dan faunanya bercorak dekoratif yang dibangun lewat struktur garis yang kuat. Pada pameran bertajuk Bentang Jiwa di Gram Hotel Yogyakarta, 3 – 30 September 2026, Klowor menambahkan citraan bentuk bangunan cagar budaya Tugu Pal Putih yang ditutup pagar besi dengan latar belakang jejeran rumah di sepanjang jalan ke arah utara hingga hamparan flora menuju titik akhir di Gunung Merapi (Iconic of Jogja, 2026).
Baru kali ini Klowor menjadikan Tugu Pal Putih sebagai salah sat subject mater karya lukisnya. “Pas Pingin. Tiba-tiba pingin melukis Tugu. Karena Tugu menjadi ikon Jogja sebagai bagian dari sumbu filosofi, katanya. Monumen Tugu Yogyakarta merupakan bagian dari sumbu filosofis yang dimulai dari Laut Selatan, Panggung Krapyak, Keraton Yogyakarta, Tugu Pal Putih, hingga Gunung Merapi.
Klowor juga menjadikan Candi Borobudur sebagai subject matter karya lukisnya berupa bagian atas bangunan cagar budaya ini dalam warna gelap, diterangi deretan lampion melayang hingga ke atas puncak Borobudur menuju langit gelap dalam perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak. Karya ini sebagai simbol perjalanan batin manusia dalam mencari dan mencapai pencerahan (Lentera Doa, 2026).
Lanskap pegunungan muncul pada karya Klowor berupa deretan lima bentuk gunung dikelilingi hamparan keragaman flora dalam komposisi warna-warna terang yang kontras (Tanah Nusantara, 2026).
Klowor Waldiyono pernah dikenal dengan nama kanvas Klowor Kucing, karena dia mengeksplorasi bentuk kucing sejak pertama kali dia menggelar pameran tunggal bertajuk Hitam Putih pada 1995. Pada pameran kali ini Klowor memasukkan citraan seekor kucing di tengah lanskap kawasan wisata Candi Borobudur dengan deretan mobil dan sejumlah figur pengunjung di antara hamparan pepohonan. Bagi Klowor sosok kucing sebagai metafora perilaku manusia (Holiday, 2025).
Sebagai perupa yang akrab dengan alam, Klowor juga menghasilkan karya lukis on the spot. Seperti saat dia melakukan pengamatan langsung terhadap Gunung Merbabu dari kawasan Keteb, Jawa Tengah (Merbabu #1, 2024). Saat berkunjung ke Cilacap, Jawa Tengah, Klowor mampir di pelabuhan dan melukis lanskap pesisir pantai dengan perahu dalam warna merah di tengah kebiruan air laut (Pelabuhan Area 7 Cilacap #1, 2024).
Bagi Klowor, seni menjadi ruang untuk merekam pengalaman, merespons lingkungan, serta mengolah gagasan
tentang kehidupan.■ Raihul Fadjri
















Komentar