Relief Keyboard Komputer yang Membatu

Limbah keyboard komputer sebagai simbol peradaban manusia merupakan penghubung ke dunia maya.

 

PUING: Jejak Rekam #6, 2026. Foto: Dok. Ajar Ardianto/ dialoguejakarta.com

YOGYAKARTA, dialoguejakarta.com – Karya tiga dimensi biasanya berbentuk menjulang vertikal. Tapi perupa patung Anjar Ardianto justru mengeksplorasi bentuk karya tiga dimensi secara melebar horizontal pada pameran bertajuk “Techno Primitive” di Indi Art House, 14 – 26 September 2026.

Pria kelahiran Sragen pada 1989 yang menyelesaikan pendidikan seni patung di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini terinspirasi dari kegiatan ayahnya saat membuat relief dan lanskap taman bebatuan. “Saya sering mengolah material limbah teknologi yang saya satu padankan dalam bentuk relief,” ujar Anjar.

Menurut dia, material relief bersifat permanen, kuat, tahan cuaca seperti pada relief candi atau relief monumen. Begitu pula dengan sifat limbah plastik, logam dan limbah lainnya yang sulit terurai. Anjar menggunakan limbah keyboard komputer sebagai simbol peradaban manusia. “Saya memilih keyboard sebagai simbol peradaban, karena merupakan material fisik sebagai penghubung ke dunia maya,” katanya. Peradaban manusia hari ini dapat diketahui di masa depan dengan melalui limbah dan jejak digital .

Pada pameran ini Anjar memajang 21 karya yang dibuat dari cairan kental polyster resin yang dituangkan ke atas keyboard komputer dan sekitarnya yang kemudian mengeras dalam warna bebatuan sebagai kondisi yang sudah ditelan oleh perjalanan waktu. Elemen waktu juga ditegaskan dengan hamparan citraan lumut sintetis dalam warna hijau. Hasilnya, berbagai lanskap berupa susunan bentuk geometris persegi di antara bentuk relief struktur bebatuan dan kehijauan habitat flora yang digantung di dinding ruang pameran.

Ada susunan bentuk geometris persegi dari bahan keyboard komputer yang nyaris tertutup hamparan struktur bebatuan (Objek Membatu, 2026). Atau hamparan citraan bentuk keyboard komputer yang mengesankan sudah membatu (Bongkah#1, 2026).

Ada juga struktur bentuk geometris yang nyaris tertutup hamparan struktur bebatuan dan hamparan kehijauan melumut seolah makin menegaskan proses alam liar terbuka dalam kurun waktu sangat lama (Objek Membatu, 2026).

Pada karya lain Anjar Ardianto mengukir bentuk figur manusia berupa deretan potret anak-anak mengenakan seragam sekolah dasar dan hamparan bentuk keyboard komputer dan lambang Burung Garuda (Menatap di Antara Puing, 2026). Suatu gambaran tentang keniscayaan budaya digital yang secara fisik suatu ketika mungkin akan digantikan dengan teknologi lain oleh para teknolog yang kini masih berkecamuk dengan peradaban keyboard komputer.■ Raihul Fadjri

Komentar