Yogyakarta – dialoguejakarta.com – Koalisi global untuk perlindungan terhadap ayam petelur Open Wing Alliance (OWA) merilis data baru yang menyoroti kemajuan besar dalam mengakhiri penggunaan kandang baterai untuk ayam petelur.
Koalisi yang juga diikuti oleh kelompok pemerhati hewan Animal Friends Jogja (AFJ), organisasi nirlaba yang dibentuk pada tahun 2010 dan berkomitmen untuk memperjuangkan hak dan perlindungan hewan di Indonesia.
Koalisi OWA merilis Laporan Pemenuhan Komitmen Telur Bebas
Sangkar 2025. Laporan ini mengungkapkan bahwa 92% dari seluruh komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar dengan tenggat waktu publik tahun 2024 atau lebih awal kini telah terpenuhi. “Angka ini meningkat dari 89% pada tahun sebelumnya, menandai langkah penting menuju penghapusan salah satu bentuk kekejaman paling parah dalam rantai pasok pangan global,” tulis Animal Friends Jogja, dalam rilisnya, Selasa 19 Agustus 2025.
Penggunaan sangkar baterai dinilai menyiksa ayam petelur. Laporan tahunan OWA ini memantau seluruh komitmen bebas sangkar mencakup total 1.147 perusahaan makanan.
Laporan itu menyajikan analisis kinerja perusahaan sekaligus menyoroti perusahaan yang masih gagal memenuhi komitmen mereka. “Kita sedang menyaksikan pergeseran besar,” kata Hannah Surowinski, Senior Associate Director of Global Corporate Relations di The Humane League, organisasi pendiri OWA.
Menurut Hannah, mulai dari jaringan hotel internasional hingga restoran lokal, perusahaan di seluruh dunia tidak hanya membuat komitmen bebas sangkar, mereka juga secara aktif mengubah rantai pasok telur untuk meninggalkan penggunaan kandang baterai. “Ini mengubah kesejahteraan jutaan ayam petelur.”
Laporan tahunan ini memantau seluruh komitmen bebas sangkar dengan tenggat publik tahun 2024 atau sebelumnya, mencakup total 1.147 perusahaan makanan. Laporan itu menyajikan analisis menyeluruh tentang kinerja perusahaan, perkembangan di berbagai wilayah, dan kepemimpinan industri, sekaligus menyoroti perusahaan yang masih gagal memenuhi komitmen mereka.
Menurut Putri Sarah, Corporate Accountability Specialist Farm Animal Advocacy Animal Friends Jogja, data itu membuktikan ada kemajuan menuju perubahan sistem panganyang lebih beretika di industri ini. Di Indonesia AFJ mengamati bahwa secara perlahan mulai banyak perusahaan lokal mengambil langkah untuk meninggalkan telur dari kandang baterai, dan beralih ke sistem pangan yang lebih welas asih. “Ini saatnya semua pelaku industri mendengar tuntutan publik dan memastikan setiap komitmen benar-benar diwujudkan.”
Laporan ini hadir setelah rilis investigasi global OWA terhadap peternakan ayam petelur yang merupakan investigasi yang terbesar dalam sejarah, menyingkap kondisi mengerikan di 37 negara, termasuk rekaman yang terkait langsung dengan pemasok korporasi seperti Walmart dan AEON. Urgensi untuk mengakhiri kurungan dalam kandang baterai belum pernah sebesar ini, dan data tahun ini membuktikan bahwa perusahaan mendengarkan dan memberikan apa yang diinginkan konsumen.■Raihul Fadjri
