YOGYAKARTA, dialiguejakarta.com — Drama luar biasa tersaji di lapangan sofbol Universitas Negeri Yogyakarta, Minggu (13/9). Dua tim asal Kota Bandung, Gorgeous dan Bumi Asri, bentrok dalam grand final SIMS Jogya Women’s Open Tournament Softball 2026.
Pertandingan yang semula berlangsung ketat berubah menjadi pertarungan mental luar biasa. Gorgeous sempat berada di ujung tekanan ketika tertinggal 5-9. Namun, dalam sebuah comeback spektakuler, mereka membalikkan keadaan dan akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan telak 16-9.
Kemenangan tersebut sekaligus mengantarkan Gorgeous sebagai juara SIMS Jogya Women’s Open Tournament Softball 2026, setelah sebelumnya tampil tak terkalahkan dalam lima pertandingan penyisihan.
Sejak awal turnamen, Gorgeous memang tampil konsisten. Lima laga penyisihan berhasil mereka sapu bersih. Sementara itu, tiket final menjadi milik Bumi Asri setelah mereka menaklukkan tim unggulan Gemilang asal Tangerang dengan skor meyakinkan 9-1 pada laga pamungkas penyisihan.
Hasil tersebut membuat Bumi Asri, Gemilang, dan Partha sama-sama mengoleksi tiga kemenangan. Namun, produktivitas poin membawa Bumi Asri ke posisi terbaik dan berhak mendampingi Gorgeous ke grand final.
Kejar-kejaran Poin
Grand final berlangsung panas sejak inning awal. Bumi Asri membuka skor dan unggul 1-0. Namun Gorgeous segera merespons. Permainan agresif membuat mereka mampu membalikkan keadaan hingga unggul 4-1.
Memasuki inning 4A, Bumi Asri bangkit dan memperkecil jarak. Serangan demi serangan mereka menghasilkan tambahan poin hingga skor berubah menjadi 5-4 untuk keunggulan Bumi Asri.
Situasi tersebut membuat Gorgeous melakukan pergantian pitcher dari Sajil Nasution kepada Dianatari Khoirunissa. Memasuki inning 4B, Gorgeous kembali mendapatkan momentum. Seorang pemain berhasil menyentuh home dan membuat skor menjadi 5-5.
Pertandingan pun kembali seimbang. Namun drama terbesar baru saja dimulai.
Pada inning 5B, Bumi Asri kembali tampil agresif. Mereka mampu menambah empat poin sekaligus dan membuat Gorgeous berada dalam tekanan berat.
Skor berubah menjadi 9-5 untuk Bumi Asri.
Di titik ini, pertandingan seolah berada dalam genggaman Bumi Asri. Namun Gorgeous menunjukkan mental juara. Dan, diperkuat pemain muda, mereka memiliki stamina yang lebih prima.
Pergantian pitcher menjadi salah satu titik balik pertandingan. Perubahan itu ternyata mampu membangkitkan permainan Gorgeous.
Perlahan tetapi pasti, mereka mengejar. Skor dipangkas menjadi 9-6. Gorgeous kemudian mendapatkan full base. Dua pemain berhasil masuk home dan membuat kedudukan menjadi 9-8.
Bumi Asri langsung merespons dengan memainkan pitcher ketiga. Tetapi tekanan Gorgeous tak berhenti.
Satu demi satu pemain berhasil mencapai base hingga akhirnya skor berubah menjadi 9-9. Dan setelah itu, Gorgeous benar-benar membalikkan keadaan. Mereka berbalik unggul 10-9.
Tekanan semakin besar. Gorgeous kembali mendapatkan full base. Pitcher Bumi Asri kesulitan mengendalikan lemparan. Empat kali lemparan gagal menjadi peluang emas bagi Gorgeous.
Keuntungan tersebut dimanfaatkan maksimal. Tambahan poin demi poin mengalir. Gorgeous menjauh hingga 14-9. Dua pemain berikutnya kembali berhasil menyentuh home base. Skor makin jauh melebar 16-9 untuk keuntungan Gorgeous.
Karena selisih mencapai tujuh poin pada inning kelima, pertandingan pun harus dihentikan sesuai ketentuan pertandingan. Comeback luar biasa! Dari tertinggal 5-9, Gorgeous membalikkan keadaan menjadi 16-9.
Strategi dan Mental Jadi Kunci
Pelatih Gorgeous, Ia Heryawan, menyebut kemenangan tersebut tidak lepas dari strategi, pergantian pitcher, serta kekuatan mental para pemain.
“Alhamdulillah bisa menang enam games. Dalam satu hari dua kali main, cukup lelah. Berat melawan Bumi Asri karena diperkuat mantan pemain PON Jabar. Tapi keuntungan kami ada di sisi usia yang jauh berbeda,” ujar Ia Heryawan.
Menurutnya, saat Gorgeous tertinggal 5-9, keputusan mengganti pitcher menjadi salah satu momentum penting.
“Ketika tertinggal 9-5, kami mengganti pitcher dari Sajil Nasution ke Dianatari Khoirunissa. Pemain lain mendukung sehingga mental kami kembali naik,” pungkasnya.
Bumi Asri Tak Menyangka Bisa ke Final
Di kubu Bumi Asri, Manajer Habil Anasrulloh mengakui perjalanan timnya di turnamen tersebut di luar dugaan.
Bumi Asri datang dengan komposisi pemain yang mayoritas merupakan ibu-ibu. Bahkan, menurut Habil, tiga pitcher yang dimainkan akhirnya mengalami kehabisan tenaga.
“Tiga pitcher kehabisan tenaga, maklum ibu-ibu. Sebenarnya kami berangkat juga tidak terlalu ekspektasi karena rata-rata pemain ibu-ibu. Tidak menyangka bisa masuk final. Bahkan beberapa pemain tadi baru tahu kami masuk final,” tutur Habil.
Meski gagal menjadi juara, keberhasilan Bumi Asri menembus grand final menjadi pencapaian tersendiri.
Direktur Utama PT SIMS Gugun Yudinar selaku penyelenggara mengapriasi kepada semua peserta, KONI DIY dan Universita Negeri Yogyakarta atas suksesnya event tersebut.
“Apresiasi setinggi-tingginya untuk semua. Terutama untuk klub Flux Samarinda yang datang jauh-jauh. Meski tidak juara, saya berharap bisa kembali ikut berpartisipasi,” kata Gugun.
Ia juga membuka peluang kolaborasi dengan sejumlah tim untuk meningkatkan prestasi sofbol.
“Untuk Partha dan Gorgeous nanti kita kolaborasi untuk meningkatkan prestasi. Gemilang, kalian punya potensi luar biasa,” ujarnya.
Gugun mengaku memiliki ikatan emosional dengan Gorgeous. “Untuk Gorgeous Bandung, saya lahir di sana,” katanya.
Ia memastikan penyelenggaraan tahun depan akan dibuat lebih besar. Tahun depan 10 klub dan kita undang klub dari Singapura dan Filipina. (*)
