Jali-Jali Betawi Siap Guncang Ancol, 3.500 Penari dari 15 Negara Ambil Bagian

DialogNews57 Dilihat

JAKARTA (Dialoguejakarta.com) – Irama dan semarak budaya Betawi akan bergema di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Sabtu (12/9/2026). Sebanyak 3.500 penari dari 15 negara akan ambil bagian dalam pertunjukan kolosal “Semarak Jali-Jali Betawi”, rangkaian dari 5th Indonesia International Culture Festival (IICF) 2026.

Pertunjukan kolosal tersebut menjadi salah satu agenda utama 5th IICF setelah festival budaya internasional itu resmi dibuka di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2026).

Keterlibatan ribuan penari, termasuk peserta dari berbagai negara, menjadi gambaran bagaimana budaya lokal Indonesia dapat tampil di hadapan publik internasional.

Tidak sekadar menghadirkan pertunjukan seni, “Semarak Jali-Jali Betawi” juga ditargetkan kembali mencatatkan atau memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Berawal dari Mimpi pada 2021

Founder IICF, Vivi Sandra Putri, secara resmi membuka 5th IICF di Teater Besar TIM dengan memukul gong sebagai tanda dimulainya rangkaian festival.

Dalam sambutannya, Vivi mengatakan IICF tidak sekadar menghadirkan seremoni pembukaan. Festival tersebut berawal dari sebuah mimpi untuk menjadikan Indonesia sebagai tempat pertemuan budaya internasional.

“Bukan sekadar opening ceremony. IICF berawal dari mimpi untuk menjadikan Indonesia sebagai tempat budaya internasional. Berawal dari 2021, kami ingin menjadikan Jakarta sebagai tempat pertemuan budaya,” ujar Vivi Sandra Putri saat pembukaan 5th IICF.

Memasuki penyelenggaraan tahun kelima, Vivi menilai IICF menjadi bagian dari kepercayaan internasional terhadap Indonesia.

“5th IICF ini menjadi bentuk kepercayaan internasional kepada kita. Kita tidak hanya menampilkan budaya, tetapi menjadikan ini sebagai kegiatan internasional,” katanya.

Jali-Jali Betawi ke Panggung Internasional

Pertunjukan “Semarak Jali-Jali Betawi” menjadi momentum untuk membawa salah satu identitas budaya Jakarta ke ruang yang lebih luas.

Ribuan penari dari Indonesia dan mancanegara akan tampil bersama dalam satu pertunjukan. Perpaduan tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan tontonan kolosal, tetapi juga memperlihatkan bahwa budaya dapat menjadi bahasa yang menyatukan masyarakat dari berbagai negara.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari semangat menuju lima dekade Jakarta, dengan memperkenalkan budaya Betawi kepada dunia melalui keterlibatan peserta internasional.

Kehadiran 15 negara dalam 5th IICF juga memperkuat posisi Jakarta sebagai ruang pertemuan budaya dunia. Dari panggung Teater Besar TIM hingga Ancol, festival ini membawa budaya lokal untuk berinteraksi dengan kebudayaan dari berbagai negara.

Didukung Berbagai Pihak

Pelaksanaan 5th Indonesia International Culture Festival didukung berbagai pihak, antara lain Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pariwisata, Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Global Mandiri School, Djarum Foundation, Dana Indonesia, LPDP, serta Taman Impian Jaya Ancol sebagai salah satu mitra pendukung.

Melalui 5th IICF, budaya tidak hanya ditempatkan sebagai warisan yang dipertahankan, tetapi juga sebagai kekuatan untuk membangun komunikasi dan hubungan antarbangsa.

Dengan melibatkan 15 negara dan 3.500 penari, “Semarak Jali-Jali Betawi” di Ancol diharapkan menjadi salah satu pertunjukan budaya kolosal yang memperlihatkan wajah Jakarta dan Indonesia di mata dunia.(AFIT)