Bupati Serang Minta Pengurus GOW Beri Perempuan Penguatan Inklusif Mencegah KDRT

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah melantik Pengurus Gabungan Organisasi Wanita atau GOW Kabupaten Serang periode 2026-2031 di Gedung KORPRI Kabupaten Serang pada Selasa, 8 September 2026. Bupati Ratu Rachmatuzakiyah meminta, agar GOW memberikan penguatan-penguatan inklusif bagi para perempuan.

Banten3 Dilihat

KAB. SERANG, dialoguejakarta.vom – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah melantik Pengurus Gabungan Organisasi Wanita atau GOW Kabupaten Serang periode 2026-2031 di Gedung KORPRI Kabupaten Serang pada Selasa, 8 September 2026. Bupati Ratu Rachmatuzakiyah meminta, agar GOW memberikan penguatan-penguatan inklusif bagi para perempuan.

”Hari ini saya baru saja melantik Kepengurusan Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Serang 2026-2031 yang Ketuai Ibu Siti Maryam, kami ingin sampaikan semoga pengurus yang dilantik bisa melaksanakan tugas dengan amanah dan penuh tanggung jawab,” kata Bupati Ratu Rachmatuzakiyah kepada wartawan usai pelantikan.

Ratu Zakiyah sapaan Ratu Rachmatuzakiyah juga menyampaikan terima kasih atas pengabdian, dedikasi yang telah ditorehkan Kepengurusan GOW lama yang diketuai Yayah Sunariyah dan seluruh jajaran. ”Semoga melalui GOW ini terus dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi pembangunan di Daerah Kabupaten Serang,” ucapnya.

Ratu Zakiyah mengatakan, GOW merupakan wadah atau gabungan organisasi wanita yang terdata saat ini sebanyak 18 organisasi wanita yang tergabung dalam GOW Kabupaten Serang. Maka, pihaknya menyampaikan agar GOW tidak hanya berperan pada bidang sosial, tapi juga bagaimana bisa berkontribusi atau berperan aktif.

”Pertama agar meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kaum perempuan. Kemudian bagaimana memberikan penguatan-penguatan inklusif kepada para perempuan sehingga bisa mencegah adanya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan seksual pada anak, dan sebagainya,” ungkapnya.

Ratu Zakiyah meyakini, bahwa GOW merupakan kelompok perempuan-perempuan yang sudah terbiasa menjalankan roda organisasi dengan terjun langsung Kepada masyarakat. ”Kalau GOW aktif, berperan aktif, saya yakin kita dapat minim resiko adanya kekerasan dalam rumah tangga atau kekerasan seksual pada anak,” tandasnya.

Ratu Zakiyah juga meyakini, meski GOW sudah melakukan kegiatan positif dalam upaya memberikan kontribusi untuk Kabupaten Serang, namun ke depan tentu harus dioptimalkan kembali. Terlebih saat ini adanya program nasional salah satunya bagaimana menjalankan ketahanan pangan yang bisa dilakukan oleh organisasi perempuan dimana saja khususnya Kabupaten Serang.

”Misalnya menanam tanaman hortikultura yang bisa kita tanam di sekitar rumah untuk membantu pemerintah menekan angka inflasi. Kalau saat ini mungkin harga cabai masih agak mahal, karena kita bisa menanam jadi kita tidak perlu beli. Disisi lain juga bisa mengelola sampah menjadi nilai ekonomis, lantaran saat ini masih darurat sampah,” katanya.

Guna merealisasikan apa yang diharapkan tadi, Ratu Zakiyah mengingatkan GOW untuk selalu berkoordinasi dengan Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A), Diskoumperindag maupun Disnakertrans maupun Dinkes Kabupaten Serang untuk berkolaborasi program dalam rangka penguatan literasi keuangan dan sebagainya.

”Saya yakin kalau perempuan sudah bergerak, ibu-ibu sudah bergerak maka pembangunan di Kabupaten Serang akan maksimal, penurunan angka stunting Insya Allah akan berkurang, akan menurun dan kita yakin Kabupaten Serang akan lebih baik ke depan,” tuturnya.

Sementara Ketua GOW Kabupaten Serang Siti Maryam mengatakan ada 26 pengurus yang dilantik saat ini. Setelah dilanitk, tugas pengurus melaksanakan rapat kerja untuk menyusun program satu tahun kedepan dan lima tahun kedepan.

”Yang pasti programnya berkaitan dengan perempuan dan anak. Biar bagaimana perempuan nanti ke depan bisa produktif, terutama memang untuk bisa mengakomodir semua organisasi yang ada di GOW,” ujarnya.

Namun demikian, sebut Maryam, program yang dilaksanakan pun harus selaras dengan program pemerintah daerah lantaran untuk anggarannya menginduk pada DKBP3A Kabupaten Serang. Selain dari DKBP3A, juga anggaran tersedia dari para anggota karena anggaran pemeriatah daerah juga terbatas.

”Tapi, bagaimana caranya agar program kita bisa selaras dengan pemerintah, mungkin juga kita akan berusaha semaksimal mungkin terkait dengan pemberdayaan perempuan. Kalau berbicara butuh anggaran berapa, pasti banyak. Tapi kalau kami prinsipnya untuk saat ini sesuai dengan yang memang sudah dianggarkan oleh pemerintah,” ungkapnya.

Turut hadir perwakilan dari Unsur Forkopimda Kabupaten Serang, BUMD Kabupaten Serang, perbankan dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang.(*)