Taptu Peringatan HUT Ke-81 RI Gubernur Banten Andra Soni: Kenang Jasa Pahlawan dengan Menjaga Persatuan NKRI

Gubernur Banten Andra Soni mengikuti Upacara Taptu dan Pawai Obor dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Provinsi Banten di depan Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Minggu (16/8/2026) malam. Momentum tersebut menjadi sarana untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus meneguhkan semangat persatuan dan kebangsaan dalam mengisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Banten23 Dilihat

BANTEN, dialoguejakarta.com – Gubernur Banten Andra Soni mengikuti Upacara Taptu dan Pawai Obor dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Provinsi Banten di depan Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Minggu (16/8/2026) malam. Momentum tersebut menjadi sarana untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus meneguhkan semangat persatuan dan kebangsaan dalam mengisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Andra Soni mengatakan, pelaksanaan taptu dan pawai obor merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan untuk mengenang perjuangan para pahlawan. Menurutnya, kegiatan tersebut juga memperlihatkan kemanunggalan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan wujud penghormatan kepada jasa para pahlawan sekaligus momentum untuk merenungkan kembali makna kemerdekaan,” ungkap Andra Soni.

Selanjutnya, Andra Soni menuturkan, kegiatan tersebut juga mengingatkan kembali perjuangan bangsa pada masa perang kemerdekaan, termasuk long march dari Bandung Selatan hingga Yogyakarta serta perjuangan gerilya untuk mempertahankan keberlangsungan Republik Indonesia.

Andra Soni menegaskan, mengenang jasa para pahlawan harus menjadi bagian dari upaya menjaga keutuhan NKRI. Namun, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan tersebut dengan mengisi kemerdekaan dan mewujudkan tujuan bernegara.

“Tugas kita sekarang adalah bagaimana mengisi kemerdekaan ini dan bagaimana tujuan bernegara kita untuk masyarakat adil dan makmur bisa kita capai,” tegasnya.

Sementara itu, Danrem 064/MY sekaligus Inspektur Upacara Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto mengatakan, Taptu merupakan tradisi untuk mengingat kembali sejarah dan perjuangan para pendiri bangsa dalam memerdekakan Indonesia.

“Ketetapan tugas atau taptu ini adalah bagian bahwa kita mengingat kembali sejarah, apa yang sudah diperjuangkan oleh founding father kita dalam upaya memerdekakan negara kita,” ujarnya.

Menurutnya, perjuangan kemerdekaan tidaklah mudah. Karena itu, tradisi taptu diharapkan dapat terus dilaksanakan dan diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai sarana menanamkan rasa cinta kepada bangsa dan negara serta kepedulian untuk menjaga NKRI.

“Ini juga untuk sebagai bagian dari kegiatan memberikan kesadaran, mengingat bahwa perjuangan kemerdekaan itu tidak mudah, dan mudah-mudahan ini juga menjadi suatu budaya yang terus bisa diikuti generasi-generasi selanjutnya untuk kita tetap bisa menanamkan rasa cinta kepada bangsa dan negara kita, kepedulian kita untuk tetap menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Daru menambahkan, peringatan HUT Kemerdekaan melalui taptu dan pawai obor diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk menyambut hari kemerdekaan dengan penuh kesederhanaan dan rasa syukur.

“Karena dengan penanaman rasa cinta tanah air kita akan membela negara kita,” pungkasnya. (*)