BANTEN,.dialoguejakarta.com – Wakil Gubernur (Wagub) Banten Dimyati Natakusumah, menghadiri sekaligus mengapresiasi pelaksanaan Kejuaraan Catur Piala Bupati Tangerang 2026 yang digelar di Gedung Serba Guna Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Minggu (19/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Dimyati mengaku gembira melihat tingginya antusiasme peserta anak-anak. Ia berharap olahraga catur dapat menjadi alternatif efektif untuk mengurangi intensitas anak-anak dalam bermain gawai (gadget).
Dimyati mengungkapkan kekhawatirannya terhadap maraknya penggunaan gawai yang berlebihan pada generasi muda. Menurutnya, kecanduan gawai berpotensi memicu gangguan mental, hambatan sosial-emosional, perubahan perilaku, hingga gangguan kesehatan fisik pada anak.
”Catur dapat mengurangi waktu anak-anak bermain gadget. Oleh karena itu, saya meminta agar kejuaraan catur yang melibatkan anak-anak lebih diperbanyak,” ujar Dimyati di sela-sela kegiatannya meninjau arena pertandingan dan menyempatkan diri bertanding melawan beberapa peserta.
Selain sebagai pengalih perhatian dari gawai, Dimyati menilai kejuaraan catur usia dini merupakan sarana strategis untuk menjaring bibit-bibit atlet baru. Ia berharap dari ajang seperti ini akan lahir master catur masa depan yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Dimyati juga memaparkan filosofi dan manfaat positif olahraga catur dalam kehidupan sehari-hari. “Catur mengajarkan kita untuk bersabar. Selain itu, olahraga berpikir ini melatih kita agar tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan,” tuturnya.
Targetkan Prestasi di Ajang PON
Kejuaraan Catur Piala Bupati Tangerang 2026 ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmadja. Dalam sambutannya, Soma menyampaikan bahwa olahraga catur telah memasyarakat dengan baik di Kabupaten Tangerang dan berhasil menorehkan berbagai prestasi.
Meski demikian, Soma mengingatkan para atlet untuk tidak cepat berpuas diri dan terus meningkatkan kemampuan mereka. “Saya menargetkan atlet catur Kabupaten Tangerang mampu meraih prestasi gemilang di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON),” tegas Soma.
Sementara itu, Ketua Persatuan Catur Indonesia (Percasi) Cabang Kabupaten Tangerang, Hendra, memaparkan bahwa kompetisi tahun ini diikuti oleh 310 peserta, dengan 50 persen di antaranya merupakan kategori anak-anak.
Turnamen ini menggunakan sistem Swiss perorangan, yaitu format kompetisi tanpa eliminasi yang menentukan peringkat berdasarkan akumulasi poin di setiap babak. Hendra memerinci pembagian kategori kompetisi sebagai berikut, Kelas Junior (Usia 7–19 tahun) mempertandingkan sebanyak 5 babak. Kelas Terbuka (Semua usia) mempertandingkan sebanyak 7 babak. Kelas Veteran (Usia 60 tahun ke atas) mempertandingkan sebanyak 5 babak. (*/Yudhi).
