
Jakarta, dialoguejakarta – Perupa Albert Yonathan Setyawan (1983) menggelar pameran bertajuk Hypnagogia Tracing Time di Ara Contemporary Gallery, Jakarta, 23 Mei – 27 Juni 2026. Pameran ini menarik dengan menggabungkan corak abstrak geometris dengan elemen dekoratif berupa pengulangan bentuk yang detil lewat bahan terakota (tanah liat).
Perupa yang kini menetap di Tokyo, Jepang, ini mengeksplorasi struktur dan bentuk yang sama dengan presisi tinggi. “Melalui pameran ini, Albert menggunakan karya seni terakota, gambar, dan video untuk mengajak pengunjung merenungkan repetisi, siklus kehidupan, dan bagaimana waktu mengubah segala sesuatu, bahkan dalam keadaan yang terlihat diam,” ujar pengamat seni rupa, Megan Arlin.
Karya-karya Albert mengambil elemen familiar dari ruang arsitektur interior dan eksterior, diperlakukan sebagai modul yang diulang untuk membangun bidang vertikal dan horizontal, yang menunjukkan bentuk bangunan yang lebih besar.
Albert membuat berbagai bentuk yang dia lakukan dengan penggandaan berulang potongan bentuk tertentu dari bahan terakota (tanah liat) melalui pengecoran slip hingga mencapai jumlah tertentu. Plastisitas bahan terakota memungkinkan proses replikasi dan pengulangan, yang diaktifkannya melalui teknik pengecoran slip.
Dalam pengecoran slip berupa material tanah liat cair dituangkan ke dalam cetakan yang menyerap sebagian cairan dari tanah liat sehingga mengeras. Setelah beberapa waktu cairan tanah liat itu membentuk lapisan, yang disebut coran, di dalam dinding cetakan. Hasilnya, ada bidang empat persegi yang dibentuk dari susunan 204 coran yang berbentuk citraan anak tangga dan dinding berujung sudut runcing (From Contants – Spatial Tessellation #8, Walls and Stairs, 2026). Ada juga susunan 224 coran berbentuk siku (From Contants – Spatial Tessellation #14, Window Frames, 2026), atau struktur coran berbentuk jendela (From Contants – Spatial Tessellation #7, Windows, 2026).
Albert juga menyusun strutur bentuk pada karya dua dimensi dengan tehnik guache di atas kertas berupa pola kubus isometrik (isometric cube tessellation) – (Hypnagogia – Inside Looking in, Chambers #1, 2026). Pada karya guache yang lain dia membuat struktur pola anak tangga Penrose (Penrose Stairs Tiling) – (Hypnagogia – Inside Looking in, Entry Ways, 2026).
Dalam serangkaian tindakan yang berulang, setiap tindakan itu sendiri unik pada saat tindakan tersebut dilakukan. “Pengulangan tidak mengubah apa pun pada objek yang diulang, tetapi mengubah sesuatu dalam pikiran yang merenungkannya,” ujar Albert Yonathan Setyawan. ■ Raihul Fadjri