Gerakan Konservasi Laut dan Pemberdayaan Perempuan Pesisir untuk Masa Depan Pulau Buru

Wanadri Women Divers (WWD), akan memulai EKSPEDISI SELAM DAN KONSERVASI bertajuk “Rediscover Buru Moving Forward”, dan berangkat ke Pulau Buru pada (Kamis 27/05) menggunakan kapal laut dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Ekspedisi ini adalah sebuah gerakan kolaboratif yang mengintegrasikan konservasi laut, restorasi ekosistem terumbu karang, riset lingkungan, serta pemberdayaan perempuan pesisir di Pulau Buru, Maluku.

Jakarta45 Dilihat

JAKARTA, dialoguejakarta.com — Wanadri Women Divers (WWD), akan memulai EKSPEDISI SELAM DAN KONSERVASI bertajuk “Rediscover Buru Moving Forward”, dan berangkat ke Pulau Buru pada (Kamis 27/05) menggunakan kapal laut dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Ekspedisi ini adalah sebuah gerakan kolaboratif yang mengintegrasikan konservasi laut, restorasi ekosistem terumbu karang, riset lingkungan, serta pemberdayaan perempuan pesisir di Pulau Buru, Maluku.

Program ini lahir dari hasil temuan lapangan dalam kegiatan *Buru Expedition*, yang menemukan indikasi kerusakan ekosistem terumbu karang di beberapa wilayah pesisir akibat dugaan pencemaran kualitas air laut serta aktivitas yang belum ramah lingkungan. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena berdampak langsung terhadap keberlanjutan ekosistem laut dan kehidupan masyarakat pesisir.

Sebagai langkah nyata, WWD akan melaksanakan kegiatan konservasi dan pendataan lingkungan laut pada 1–10 Juni 2026 di kawasan pesisir Desa Jikumerasa dan Desa Hatawano, Pulau Buru, bertepatan dengan momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Laut Sedunia. Program ini dirancang sebagai gerakan berkelanjutan hingga tahun 2028.

Fokus Utama Program

Restorasi Ekosistem Laut

WWD menargetkan pelaksanaan transplantasi sebanyak 2.500 fragmen terumbu karang sebagai langkah awal pemulihan habitat bawah laut di wilayah pesisir Pulau Buru.

Pendataan Kualitas Air dan Terumbu Karang

Tim ekspedisi akan melakukan :

* pemetaan kondisi terumbu karang,
* dokumentasi biodiversitas laut,
* analisis kualitas air laut,
* serta identifikasi potensi pencemaran lingkungan pesisir.

Data tersebut diharapkan menjadi dasar ilmiah bagi pengembangan strategi konservasi jangka panjang di kawasan tersebut.

Pemberdayaan Perempuan Pesisir melalui Program *IBU KARANG*

Melalui program unggulan *IBU KARANG*, WWD menghadirkan model konservasi berbasis masyarakat dengan pendekatan pemberdayaan perempuan pesisir.

Program ini mencakup :

* pelatihan konservasi laut,
* edukasi lingkungan,
* pengembangan kader konservasi perempuan,
* hingga sertifikasi selam *Open Water* berstandar internasional bagi perempuan lokal.

Para peserta dipersiapkan menjadi penggerak konservasi sekaligus penjaga ekosistem laut di wilayah Pulau Buru.

Pengembangan Ekowisata Bahari Berkelanjutan

Selain konservasi, program ini juga mendorong pengembangan ekowisata berbasis masyarakat yang berorientasi pada :

* pelestarian lingkungan,
* peningkatan kapasitas masyarakat,
* dan penciptaan peluang ekonomi baru secara berkelanjutan.

Kontribusi terhadap SDGs

“Rediscover Buru Moving Forward” berkontribusi langsung terhadap pencapaian beberapa target *Sustainable Development Goals* (SDGs), di antaranya :

* SDG 14 – Ekosistem Laut
* SDG 5 – Kesetaraan Gender
* SDG 13 – Penanganan Perubahan Iklim
* SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
* SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

WWD percaya bahwa konservasi tidak hanya tentang menjaga alam, tetapi juga membangun manusia dan masa depan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

> “Laut bukan hanya ruang kehidupan, tetapi juga warisan yang harus dijaga bersama. Melalui Rediscover Buru Moving Forward, kami ingin menghadirkan gerakan konservasi yang melibatkan masyarakat sebagai bagian utama perubahan,”
> — Wanadri Women Divers

Program ini membuka peluang kolaborasi bersama pemerintah, akademisi, komunitas lingkungan, sektor swasta, media, dan seluruh pihak yang memiliki visi terhadap pelestarian laut Indonesia. (*)