Penjara di Balik Menu McDonald’s

Aktivis Animal Friends Jogja desak McDonald’s Indonesia Tetapkan Komitmen Cage-Free Nasional.

DialogNews50 Dilihat

Aksi aktivis AFJ di depan gerai McDonald’s Semarang. Foto: dokumentasi AFJ/ dialoguejakarta.com

Semarang, dialoguejakarta.com — Aktivis Animal Friends Jogja (AFJ) mengidentifikasi sejumlah gerai McDonald’s di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah telah mulai menggunakan telur bebas sangkar (cage-free). Namun, peralihan ini masih bersifat terbatas dan belum disertai komitmen tertulis maupun kebijakan publik secara resmi dari McDonald’s Indonesia untuk memastikan transisi menyeluruh di seluruh rantai pasoknya.

Untuk mendorong komitmen itu, AFJ menggelar aksi teatrikal bertajuk “Penjara di Balik Menu” di depan gerai McDonald’s Pandanaran, Semarang. Aksi ini menyoroti gerai di Semarang yang belum beralih menggunakan telur cage-free, sekaligus menjadi bagian dari desakan nasional agar McDonald’s Indonesia segera menetapkan komitmen cage-free yang transparan dan terukur.
Para aktivis menggelar aksi damai teatrikal dengan menampilkan maskot ayam, spanduk bertuliskan “Akhiri Praktik Kandang Baterai di Indonesia” serta poster seruan yang memperlihatkan kondisi ayam petelur di kandang baterai.

Selain itu juga terdapat aktivis yang terkurung dalam kandang sempit sebagai simbol kondisi ayam petelur dalam sistem kandang baterai. Kandang itu sebagai representasi ruang hidup yang terbatas, di mana ayam tidak dapat bergerak bebas maupun mengekspresikan perilaku alami yang penting bagi kesejahteraan mereka, seperti merentangkan sayap sepenuhnya, bersarang, mandi debu dan bertengger.

Kondisi ini dapat meningkatkan risiko stres dan cedera fisik. “Kami mempertanyakan mengapa McDonald’s Indonesia belum menetapkan komitmen nasional untuk beralih ke telur cage-free,” ujar Dwi Octavia, Manajer Kampanye Program Advokasi Kesejahteraan Hewan Diternakkan AFJ, Kamis, 30 April 2026.

Menurut Dwi Octavia, beberapa gerai terpantau sudah mulai menggunakan telur cage-free, ini menunjukkan bahwa perubahan itu memungkinkan. “Yang dibutuhkan sekarang adalah komitmen yang jelas agar transisi ini dapat berjalan lebih luas dan konsisten.” ujar Dwi Octavia.

AFJ menegaskan bahwa langkah parsial tidak cukup. McDonald’s Indonesia perlu segera menetapkan komitmen tertulis, terbuka, dan terukur untuk menggunakan telur bebas sangkar (cage-free) di seluruh rantai pasoknya, dengan mengumumkan komitmen bebas sangkar di tahun 2026.

Di sisi lain, McDonald’s Indonesia dalam laman resminya menyatakan memiliki perhatian terhadap kesejahteraan hewan. Namun, hingga kini belum terdapat komitmen tertulis maupun tenggat waktu yang jelas terkait transisi cage-free yang dapat diakses publik. Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat ruang bagi perusahaan untuk memperkuat transparansi dan memastikan implementasi kebijakan yang dapat diverifikasi secara publik.

Lebih dari 58 ribu orang telah menandatangani petisi yang mendesak McDonald’s Indonesia untuk segera mengambil langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan ayam petelur. Secara global, McDonald’s di berbagai negara telah berkomitmen beralih ke cage-free, sementara Indonesia masih belum memiliki komitmen serupa.

AFJ menekankan bahwa kesejahteraan ayam petelur merupakan tanggung jawab bersama dalam rantai industri makanan. Komitmen yang jelas dan dipublikasikan menjadi langkah penting untuk mendorong sistem pangan yang lebih transparan dan memperhatikan kesejahteraan hewan.

Animal Friends Jogja (AFJ) adalah organisasi nirlaba yang dibentuk pada tahun 2010 dan berkomitmen untuk memperjuangkan hak dan perlindungan hewan di Indonesia.
Raihul Fadjri