Upaya Pelukis Cat Air Menembus Pasar Seni Rupa

Pemakaian label Art Fair  tujuannya sebagai media untuk memasarkan karya seni lukis cat air kepada publik.

Sejarah & Budaya157 Dilihat

Karya lukis cat air Water Color Art Fair #1. Foto: dokumentasi Kolcai Chapter Yogyakarta/ dialoguejakarta.com

Yogyakarta, dialoguejakarta.com –  Sebanyak 42 pelukis cat air memajang karya mereka pada acara Watercolor Art Fair #1 di Kembangjati Art House, Yogyakarta, 24 – 26 April 2026. Pameran ini digelar oleh Komunitas Lukis Cat Air Indonesia (Kolcai) Chapter Yogyakarta.

“Sebagian besar adalah anggota Kolcai Chapter Jogja, juga chapter lainnya seperti Surabaya, Semarang, Blitar, Jabodetabek dan peserta umum dan beberapa seniman Jogja yang mensupport acara ini,” ujar Diana Natalie, Ketua Pelaksana pameran ini.

Sebanyak 113 karya lukis cat air di atas kertas A3 (29,7 x 42 cm) dijual dengan harga ekonomis, dari Rp 1 – Rp 2,5 juta, meski karya lukis cat air Nasirun yang bercorak abstrak berbekal popularitas namanya di pasar seni rupa diberi label harga Rp 5 juta (Ya Begitu Jadinya, 2026).

Pameran ini memakai label art fair merupakan penegasan tujuannya sebagai media untuk memasarkan karya seni lukis cat air kepada publik. “Seni lukis cat air dan senimannya perlu mendapat perhatian lebih dari khalayak yang lebih luas dengan mengenalkan karya-karya dengan harga terjangkau dan terbuka layaknya sebuah pasar pada umumnya. Itu alasan utamanya, dengan mengambil konsep yang lebih awam dibandingkan kata ‘pameran’ yang terdengar serius,” kata Diana.

Karya lukis yang dipajang mengeksplorasi berbagai subject matter. Ada yang menampilkan lanskap alam (Khoirul Amri, Greens, 2026), lanskap perkotaan dan bangunan masa kolonial (Alfi Ardyanto, Jogja Heritage, 2021), figuratif (Musis Devida, Mbah Maimoen, 2019),  bentuk fauna (Ekwan Marianto, Kucing dan Burung, 2026), bentuk flora (Te Ramajaya, Pohon, 2024). Ada juga yang mengeksplorasi bangunan tempat ibadah (Nana Sawitri, Klenteng Sam Poo Kong Semarang, 2021), subject matter still life (Muh Choirulhuda, Kendi Buah, 2026), dan corak lukisan abstrak (Diana Natalie, Melamun adalah Hak Segala Bangsa, 2026).

Untuk melengkapi kegiatan Watercolor Art Fair #1 ini juga digelar kegiatan di luar ruang galeri berupa melukis bersama memakai cat air dengan pilihan gaya masing-masing. “Harapannya cat air juga lebih mudah dinikmati dengan gratis lewat Live Demo dan on the spot (OTS) bersama,” ujar Diana Natalie.

Watercolor Art Fair #1 ini satu upaya pelukis cat air mendongkrak posisi karya lukis cat air dalam pasar seni rupa yang layak diapresiasi.■ Raihul Fadjri