Terpilih Aklamasi, Prof Rajab Ritonga kembali Pimpin APJIKI

Semarang, dialoguejakarta.com – Kongres IV Asosiasi Penerbit Jurnal Komunikasi Indonesia (APJIKI) secara aklamasi memilih  guru besar ilmu komunikasi Universitas Gunadarma (UG) Jakarta, Prof. Dr. Rajab Ritonga, M.Si  sebagai ketua umum APJIKI periode 2026-2028 pada kongres yang berlangsung di kampus Universitas Dian Nuswantoro, Semarang, Jumat (17/4/2026).

Prof. Rajab yang juga kepala program studi doktor ilmu komunikasi UG merupakan satu-satunya calon ketua umum, sehingga 42 jurnal ilmu komunikasi peserta Kongres secara musyawarah mufakat memilihnya untuk memimpin APJIKI selama tiga tahun ke depan.

Pimpinan Sidang, Dr. Edy Prihantoro bersama Erfina Nurussa’adah, S.Kom, M.I.Kom, Dr. Lintang Ratri Rahmiaji, S.Sos, M.Si, Fizzy Andriani, S.E., M.Si, dan Dwi Pela Agustina, S.I.Kom, M.A., kemudian menetapkan Prof. Rajab sebagai ketua umum terpilih, dan menugaskannya dalam 30 hari untuk menyusun kepengurusan APJIKI periode 2026-2029.

Sebelumnya, dalam laporan pertanggung jawaban selama memimpin APJIKI 2023-2026, Prof Rajab menyampaikan peningkatan jumlah jurnal ilmu komunikasi yang terindeks SINTA.

Prof Rajab melaporkan, kini terdapat 191 jurnal ilmu komunikasi di berbagai kampus di Indonesia. Sebanyak 30 jurnal menduduki akreditasi Sinta-2; 28 jurnal Sinta-3; Sinta-4 ada 56 jurnal; Sinta-5 sejumlah 24, dan Sinta-6  ada 4 jurnal. “Yang belum terakreditasi, saat ini berjumlah 46 jurnal,” katanya.

Jumlah jurnal ilmu komunikasi yang menjadi anggota APJIKI dalam kurun waktu tiga tahun juga bertambah, dari semula 184 jurnal  menjadi 191.

Melalui berbagai upaya pelatihan yang dilakukan APJIKI, juga terjadi peningkatan jumlah jurnal komunikasi yang akreditasinya meningkat.

Prof. Rajab menyebut, saat terpilih pada 2023, terdapat 184 jurnal anggota APJIKI, dengan akreditasi 18 jurnal Sinta-2; 16 Sinta-3; 36 Sinta-4; 27 Sinta-5, dan 2 Sinta-6.

“Sedangkan jurnal peringkat Sinta-1 belum ada. Pada periode 2023-2026, juga belum ada yang berhasil ke Sinta-1,” kata Prof. Rajab Ritonga.

Pada sambutan setelah terpilih sebagai ketua umum periode 2026-2029, Prof. Rajab mentargetkan nantinya sudah ada jurnal ilmu komunikasi anggota APJIKI yang terakreditasi Sinta-1. “Untuk itu kita akan kembali menyelenggarakan berbagai pelatihan pengelolaan jurnal menuju Sinta-1” ujar Rajab yang juga mantan asesor akreditasi jurnal nasional (Arjuna).

Seminar Nasional dan Coaching Clinic

Sehari sebelum Kongres, Pengurus APJIKI bekerja sama dengan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menyelenggarakan seminar nasional membahas “Manajemen Pengelolaan dan Kebijakan Redaksi tentang Penggunaan Artificial Intelligence pada Jurnal Ilmiah”.

Tampil sebagai pembicara pada seminar itu, Prof. Dr. Istadi, S.T., M.T dari Universitas Diponegoro yang juga pemimpin redaksi jurnal Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis. Jurnal Undip itu merupakan jurnal ilmiah internasional bereputasi dengan indexing di Scopus Q-3.

Satu pembicara lainnya adalah Tauchid Komara Yuda, Ph.D, pemimpin redaksi Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JSP) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang juga merupakan jurnal internasional bereputasi dengan indexing Scopus Q-3. Kedua pembicara menyampaikan tata kelola jurnal dalam menangani artikel yang dihasilkan dengan menggunakan Artificial Intelligence.

Tampil sebagai moderator pada seminar itu adalah Dr. Lintang Ratri, pemimpin redaksi Jurnal Interaksi (Sinta-2).

Selain menyelenggarakan seminar nasional, juga diselenggarakan Coaching Clinic untuk menyiapkan jurnal Sinta-2 menuju indexing Scopus maupun Web of Science (WoS), dengan pembicara Prof. Tutut Herawan dari Universiti Malaya, Malaysia.

Prof. Tutut, Warga Negara Indonesia yang mengelola jurnal-jurnal ilmiah di Universiti Malaya, memiliki 350 artikel ilmiah terindeks Scopus. Coaching clinik berlangsung secara online dengan  membedah sejumlah jurnal terpilih yang akan mendaftar ke Scopus maupun WoS.

Tampil sebagai moderator pada sesi coaching clinic ini adalah Dr. Yulianto Budi Setiawan, pemimpin redaksi Jurnal The Messenger dari Universitas Semarang, dan Prof. Dr. Rajab Ritonga, editor-in-chief Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (Sinta-2).

Meskipun berlangsung secara online, para peserta sangat antusias selama empat jam mengikuti coaching clinic tersebut. (RR)