Yogyakarya – dialoguejakarta.com – Kota Yogyakarta diantara bangunan heritage dalam keriuhan lalulintas dan kerumunan pejalan kaki hadir di atas media kertas dengan sapuan kuas impresionis dan ekspresionis pelukis cat air Alfi Ardyanto. Pria kelahiran Magetan, Jawa Timur, pada 1968 ini memajang karya lukis cat air lewat pameran bertajuk Joy With Waters di Kembangjati Art House, Yogyakarta, 21 – 28 Juli 2025.
“Satu judul pameran tunggal pertama yang telah saya siapkan selama bertahun-tahun,” ujar pria kelahiran Magetan, Jawa Timur, pada 1968 ini.
Bagi Alfi, pameran ini merupakan satu perjalanan yang memberikan kebahagiaan dan kegembiaraan sebagai pelukis cat air selama ini, tersaji dalam Joy with Water. Karya lukis cat air Alfi menghadirkan kesegaran citraan bentuk berupa objek lanskap perkotaan, lanskap alam, bangunan candi, hingga Klenteng.
Pada pameran tunggal pertamanya ini dia hadirkan 32 karya lukis yang ditoreh dengan warna dan kegembiraan. “Pemetaan ini menghadirkan beragam visual yang memperlihatkan bagaimana air berpigmen bergerak di atas kertas, menjejak secara tipis dan transparan, meninggalkan kesan dan bayangan terhadap objek yang dilihat mata,” katanya. Teknik khas seperti aquarel dan mblobor menjadi bagian dari estetika yang tak bisa direkam secara presisi. “Biarkan tumbuh dan mengalir secara alami.”
Yang menarik, karya lukis cat air Alfi bernuansa puitis dengan judul karya juga bernada puitis. Ada suasana lalulintas pada tengah hari di perempatan Titik Nol Kilometer Kota Yogyakarta saat lampu lalulintas dalam warna merah dengan sepeda motor berhenti, sementara pejalan kaki melintas di trotoar dengan latar belakang dua bangunan heritage berupa Kantor Pos dan Bank BNI (Sebelum Terik Menjerit, 2018).
Suasana yang sama berupa keramaian pusat kota Yogyakarta dia gambarkan dalam torehan impresionis (Dua Sisi Mata Jogja, 2024). Atau sebaliknya, suasana kesendirian yang terasa di lokasi candi (Sikep, 2024).
Sebagai pelukis otodidak dengan latar pendidikan di Institut Sains dan Teknologi AKPRIND, Alfi yang semula berprofesi sebagai surveyor pada perusahaan kondang AC Nielsen mulai intensif menekuni seni lukis cat air pada 1999 dan pada 2006 dia sepenuhnya meninggalkan perusahaan yang berpusat di Amerika Serikat itu dengan melukis corak impresionis dan ekspresif.
“Lebih dari 15 tahun saya hanyut bersama cat air, tercebur, bermain, lalu tenggelam dengan sepenuh hati. Proses menghasilkan ratusan karya sebagai penyaluran ekspresi dapat saya maknai juga sebagai bermain dengan air dalam arti sesungguhnya, yaitu bersenang Joy with Waters,” ujar Alfi.
Bagi dia, meski ada anggapan bahwa melukis dengan teknik cat air adalah sulit, karena tidak memberi ruang untuk me goreksi, tapi sejatinya di balik itu terhampar satu misteri menanti yang merupakan tantangan untuk bekerjasama, membiarkan cat air mengalir dan menyebar, bukan melawan. “Sebuah ruang nyaman yang membuat saya bisa bekerja lepas, bebas, dan gembira.”■ Raihul Fadjri
