BANTEN, dialoguejakarta.com – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni mengatakan, Program Aku Hatinya PKK bukan sekadar menanam dan memanfaatkan lahan pekarangan. Program ini untuk membangun kebiasaan baik di dalam keluarga dengan menanam, merawat, menghasilkan pangan, sekaligus menjaga lingkungan.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program Pokja Tiga PKK yang membidangi sandang, pangan, dan tata laksana rumah tangga,” ungkap Tinawati pada Kunjungan Kerja Tim Penggerak PKK Provinsi Banten dalam rangka Program Kegiatan Pemanfaatan Pekarangan Melalui Program Aku Hatinya PKK di Aula Kantor Kecamatan Kronjo, Jalan Ir Sutami No. 17, Kabupaten Tangerang, Senin (26/10/2026). Materi pengelolaan sampah disampaikan oleh Direktur Bank Sampah Digital Desty Eka Putri Sari.
“Kita juga perlu memulai pengelolaan sampah dari hal yang paling sederhana, dari rumah kita sendiri,” tambahnya.
Menurutnya, pengelolaan sampah rumah tangga baik sampah organik, nonorganik, maupun bahan berbahaya dan beracun (B3) serta pemanfaatan pekarangan rumah harus menjadi gerakan hidup yang terus dipraktikkan.
“Memilah sampah, mengurangi sampah plastik, memanfaatkan sampah organik menjadi kompos adalah langkah kecil yang kalau dilakukan bersama-sama akan memberikan dampak yang besar,” ucap Tinawati.
“Para kader PKK menjadi contoh dan penggerak di tengah masyarakat. Tidak harus dengan sesuatu yang besar. Mari kita mulai dari pekarangan kita, dari pekarangan kita, dan dari kebiasaan kita sehari-hari,” ujarnya.
Tinawati juga mengajak seluruh kader dan pengurus PKK untuk memperkuat peran strategis organisasi hingga ke tingkat dasawisma. “Kader-kader PKK adalah para relawan masyarakat yang memiliki struktur hingga ke tingkat dasawisma. Kegiatan kita harus berdampak dan bermanfaat langsung bagi masyarakat, terutama di unit terkecil pemerintahan, yaitu keluarga,” ungkapnya..
“PKK merupakan ujung tombak pemerintah daerah maupun pusat dalam mengawal berbagai program kesejahteraan, seperti ketahanan pangan keluarga, penurunan angka stunting, hingga program kesehatan dan makan bergizi gratis. Para kader bijak serta aktif memanfaatkan media sosial guna menyebarkan praktik-praktik baik PKK ke tengah masyarakat,” ujarnya menambahkan.
Dalam kesempatan itu, Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang Rismawati Maesyal Rasyid menyambut dan menyambut baik terhadap pelatihan mengolah sampah untuk lebih bermanfaat.
“Mengurangi produksi sampah dari keluarga serta bisa memberi manfaat lebih kepada para kader PKK dan ibu-ibu,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Banten Gunawan Rusminto menegaskan, Pemprov Banten berkomitmen dalam memfasilitasi gerakan pemberdayaan berbasis keluarga yang dipelopori PKK. Kegiatan ini membuka wawasan kader PKK dalam memanfaatkan potensi pekarangan dan mengelola sampah dapur menjadi bernilai ekonomi.
“Kami dari DPMD sengaja mengundang para pendekar PKK yang tangguh ini karena program PKK yang dikomandoi Ibu Tinawati sangat peduli terhadap seluruh kader PKK kabupaten dan kota se-Provinsi Banten. Sinergi lintas sektor ini penting agar pengelolaan sampah dan pemanfaatan pekarangan tidak sekadar seremonial, tetapi berjalan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat Banten,” katanya. (*)






















Komentar